Daftar Tersangka OTT Imigrasi: Dari Mantan Dirjen hingga Kakanwil, KPK Masih Kejar Petinggi Lainnya

1000267090
KPK kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berskala besar di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Foto: AI) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang publik dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berskala besar di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam operasi senyap yang berlangsung sejak Selasa (2/6/2026) malam hingga Rabu (3/6/2026) dini hari, lembaga antirasuah mengamankan 17 orang dan menyita puluhan kendaraan serta logam mulia .

Eks Pejabat Tinggi dan Kepala Daerah Terseret

Yang mengejutkan, dari 17 orang yang diamankan tersebut, KPK menyebutkan adanya eks pejabat tinggi eselon I. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024-2025, Saffar Muhammad Godam, turut menjadi salah satu target dalam OTT kali ini.

“Benar, dari para pihak yang diamankan tersebut, Plt Dirjen Imigrasi 2024-2025 juga turut diamankan dalam kegiatan ini,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026) malam .

Selain Saffar Godam, KPK juga menangkap Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra, serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah. Penangkapan tidak hanya terjadi di Jakarta, namun juga meluas hingga ke wilayah Bali dan Jawa Barat .

Modus Pemerasan Tenaga Kerja Asing

Berdasarkan hasil investigasi awal KPK, OTT ini berkaitan erat dengan dugaan korupsi berupa pemerasan dan pengaturan biaya dalam pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA).

Kasus ini menyoroti dugaan praktik pungutan liar dalam pembuatan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP). Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi bahwa OTT ini merupakan pengembangan dari laporan masyarakat mengenai adanya pungutan tidak resmi dalam proses perizinan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Jakarta Barat .

Ratusan Gram Emas dan Puluhan Mobil Disita

Dalam operasi yang berlangsung kurang dari 24 jam tersebut, KPK berhasil mengamankan barang bukti yang mencengangkan. Berikut rincian sitaan KPK:

· Kendaraan Roda Empat: 7 unit mobil

· Kendaraan Roda Dua: 15 unit sepeda motor

· Sepeda: 11 unit .

Selain kendaraan, tim penindakan juga menyita logam mulia (emas) seberat sekitar ratusan gram. Juru Bicara KPK mengonfirmasi bahwa uang tunai dalam mata uang asing seperti Dolar AS dan Dolar Singapura juga diamankan dari lokasi kejadian .

Tim KPK Masih Buru Wamen Imipas Silmy Karim

Puncak dari pengembangan kasus ini adalah penetapan target baru. KPK mengumumkan bahwa hingga Rabu (3/6/2026) malam, tim masih terus melakukan pencarian terhadap Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.

“Tim masih terus melakukan pencarian. Informasi terakhir keberadaan yang bersangkutan (Silmy Karim) ada di Jakarta dan sekitarnya. KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif untuk membantu proses penanganan perkara ini,” tegas Budi Prasetyo .

Hingga berita ini diturunkan, Silmy Karim belum dapat dihubungi secara resmi terkait status pencarian dirinya. Sementara itu, 17 orang yang telah diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf g atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 KUHP .

(berbagai sumber) 

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID