Editor: Damar Pratama
Peserta BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 di Silang Barat Laut Monas, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang sukses menyedot puluhan ribu peserta dari berbagai negara diwarnai kabar duka. Seorang peserta marathon bernama Agus Putranadi dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kolaps saat mengikuti lomba yang berlangsung di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Insiden tersebut menjadi perhatian luas di kalangan komunitas lari nasional. Di tengah kemeriahan event yang diikuti sekitar 45.000 peserta dari 52 negara, kabar wafatnya Agus memunculkan rasa kehilangan mendalam sekaligus memicu diskusi mengenai aspek keselamatan dan penanganan medis dalam ajang olahraga massal.
Kabar meninggalnya Agus pertama kali mencuat melalui unggahan pelari Johan Rio Pamungkas di media sosial Threads. Johan mengaku masih tidak percaya setelah mengetahui rekan sepelariannya itu meninggal dunia hanya sehari setelah mereka sempat sarapan dan melakukan persiapan lomba bersama.
"Begini ya rasanya kehilangan teman sepelarian yang benar-benar kenal, yang kemarin baru saja sarapan dan carbo loading bareng," tulis Johan dalam unggahannya.
Johan mengaku terkejut saat menerima kabar tersebut. Menurut informasi yang diperolehnya, Agus mengalami kolaps di kilometer 14 saat mengikuti kategori marathon.
"Hari ini saya shock dapat kabar meninggalnya. Selamat jalan Gus, saya bersaksi kamu orang baik," tulisnya lagi.
Kolaps di Tengah Lomba
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari rekan-rekan korban, Agus sempat mendapat penanganan medis setelah terjatuh dan tidak sadarkan diri di lintasan lomba. Ia kemudian dievakuasi menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Dia ambruk atau kolaps di kilometer 14, kemudian ketika dibawa ke medis dan rumah sakit sudah tidak sadarkan diri," ujar Johan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti meninggalnya Agus masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan resmi dari pihak terkait.
Agus diketahui berasal dari Dusun Peresak Barat, Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Meski berasal dari Lombok, ia diketahui bekerja dan menetap di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Pihak keluarga juga membenarkan bahwa jenazah korban masih berada di Jakarta untuk proses administrasi sebelum dipulangkan.
Penyelenggara Tunggu Hasil Keterangan Medis
Pihak penyelenggara BTN JAKIM 2026 mengonfirmasi adanya peserta yang meninggal dunia dalam ajang tersebut. Namun, mereka belum memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi maupun penyebab kematian karena masih menunggu laporan resmi dari tim medis.
Humas BTN Jakarta International Marathon, Agas, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Medical Director serta rumah sakit yang menangani korban.
"Betul ada peserta yang meninggal. Kami masih menunggu keterangan dari Medical Director terkait kronologi dan penanganan medis yang dilakukan," ujarnya.
Selain kasus meninggalnya Agus Putranadi, beredar pula informasi mengenai seorang pelari perempuan yang sempat pingsan di kilometer 19. Insiden tersebut memunculkan perdebatan di media sosial terkait kecepatan respons tim medis di lapangan.
Namun hingga kini, pihak penyelenggara masih melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap seluruh rangkaian penanganan darurat selama perlombaan berlangsung.
JAKIM 2026 Diikuti 45.000 Pelari dari 52 Negara
Terlepas dari insiden tersebut, JAKIM 2026 mencatat partisipasi yang sangat besar. Event yang digelar selama dua hari, 13-14 Juni 2026, diikuti sekitar 45.000 peserta dari 52 negara.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan event tersebut dan berharap JAKIM dapat terus menjadi agenda tahunan berskala internasional.
"45.000 pelari yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi kalender kegiatan setiap tahun," ujar Rano.
Sementara itu, COO Danantara Dony Oskaria menilai Jakarta International Marathon memiliki dampak positif terhadap perputaran ekonomi nasional melalui sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro.
Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berharap antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari terus meningkat melalui penyelenggaraan event-event besar seperti JAKIM.
Meski sukses menghadirkan puluhan ribu peserta dari berbagai negara, insiden yang menimpa Agus Putranadi menjadi pengingat penting bahwa aspek keselamatan, kesiapan fisik peserta, serta sistem respons medis harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan olahraga massal.
(Berbagai Sumber)