GEBRAK.ID, JAKARTA – Timnas Inggris harus puas berbagi angka dengan Ghana setelah bermain imbang tanpa gol pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026. Meski tampil dominan sepanjang pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, The Three Lions gagal membobol gawang Ghana yang tampil disiplin di lini belakang.
Pertandingan yang berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Boston, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 0-0.
Hasil tersebut membuat Inggris tetap memimpin klasemen sementara Grup L dengan koleksi empat poin. Namun, posisi pasukan Thomas Tuchel belum sepenuhnya aman karena Ghana menguntit di peringkat kedua dengan jumlah poin yang sama dan hanya kalah selisih gol.
Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif menyerang. Dalam 15 menit pertama, Jude Bellingham dan rekan-rekannya beberapa kali mencoba mengancam pertahanan Ghana, tetapi belum ada satu pun peluang yang benar-benar menguji penjaga gawang Benjamin Asare.
Ghana tampil dengan pendekatan yang berbeda. Tim besutan Carlos Queiroz memilih bermain rapat di lini belakang sambil mengandalkan duel fisik untuk meredam kreativitas para pemain Inggris.
Serangan Inggris banyak dibangun dari sektor kanan melalui kerja sama Reece James dan Noni Madueke. Salah satu peluang terbaik hadir ketika Madueke mengirim umpan lambung ke dalam kotak penalti yang disambut sundulan Declan Rice. Namun, bola masih melenceng dari sasaran.
Menjelang turun minum, Ghana mulai berani keluar menyerang. Antoine Semenyo beberapa kali merepotkan lini pertahanan Inggris lewat kecepatan dan kemampuan individunya, meski belum mampu menciptakan peluang bersih.
Memasuki babak kedua, Ghana tampil lebih percaya diri. Serangan-serangan dari sisi sayap membuat lini belakang Inggris beberapa kali berada dalam tekanan.
Inggris kemudian meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-56, Madueke melepaskan tembakan yang sempat membentur pemain bertahan Ghana di depan gawang. Tak lama berselang, Anthony Gordon juga memperoleh peluang, tetapi sepakannya masih tepat mengarah ke Benjamin Asare.
Kapten Inggris, Harry Kane, ikut mencoba peruntungannya lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-67. Namun, Asare kembali menunjukkan refleks gemilang dengan mengamankan bola tanpa kesulitan.
Penampilan Benjamin Asare menjadi salah satu faktor utama yang membuat Ghana mampu membawa pulang satu poin. Kiper berusia 33 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan keras Bukayo Saka pada menit ke-85.
Peluang terbaik Inggris datang semenit kemudian. Bola rebound hasil sundulan Nico O'Reilly yang membentur mistar jatuh tepat di hadapan Harry Kane. Namun, striker Bayern Muenchen itu gagal memanfaatkannya menjadi gol meski berada di depan gawang.
Di masa injury time, Inggris terus menggempur pertahanan Ghana melalui berbagai skema serangan. Akan tetapi, kokohnya lini belakang Ghana dan penampilan impresif Asare membuat skor 0-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup L semakin terbuka. Inggris masih berada di posisi terdepan, tetapi harus meraih hasil positif pada laga terakhir untuk memastikan tiket ke babak 32 besar. Di sisi lain, Ghana menjaga peluang lolos setelah kembali menunjukkan pertahanan yang solid saat menghadapi salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026.
(Sumber: FIFA)
