Janice Tjen Tersingkir Dramatis di Eastbourne Open 2026, Bertarung 3 Jam sebelum Takluk dari McNally

Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di Eastbourne Open 2026. (Foto: WTA Tour)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA – Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di Eastbourne Open 2026. Meski tampil penuh semangat dan memaksa pertandingan berlangsung hingga tiga set, Janice akhirnya menyerah dari petenis Amerika Serikat, Caty McNally, pada babak pertama turnamen WTA 250 tersebut.

Bermain di lapangan rumput Eastbourne, Inggris, Selasa (23/6/2026), Janice yang menjadi unggulan keenam harus mengakui keunggulan McNally dengan skor 5-7, 7-6(5), 3-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga jam 10 menit.

Duel kedua petenis berusia 24 tahun itu sejak awal berlangsung ketat. Pada set pertama, keduanya saling menjaga permainan hingga skor imbang 3-3 sebelum pertandingan berkembang menjadi adu strategi dan ketahanan mental.

Janice sempat menunjukkan kualitas servisnya dengan mencatatkan satu ace dan mampu menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Namun, McNally tampil lebih efektif pada poin-poin penting. Petenis Amerika Serikat itu berhasil merebut dua gim terakhir untuk mengamankan set pembuka.

Statistik pertandingan menunjukkan McNally tampil sangat solid di balik servis pertamanya. Ia mencatat keberhasilan memasukkan servis pertama hingga 73,5 persen dan mampu memenangi 88 persen poin dari servis tersebut. Efektivitas itu menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Janice sepanjang pertandingan.

Memasuki set kedua, Janice kembali mendapat tekanan setelah kehilangan gim servis lebih dahulu. Namun, petenis kelahiran Jakarta itu memperlihatkan daya juang tinggi dengan segera bangkit dan menyamakan kedudukan.

Pertarungan semakin menegangkan ketika kedua pemain terus saling mengejar angka hingga pertandingan harus ditentukan melalui tie-break.

Pada momen krusial tersebut, Janice tampil lebih tenang. Saat skor imbang 5-5, ia berhasil merebut dua poin beruntun untuk mengamankan set kedua sekaligus memaksa laga berlanjut ke set penentuan.

Harapan Janice untuk membalikkan keadaan sempat terbuka. Namun, McNally kembali menunjukkan kualitas permainannya pada set ketiga.

Meski Janice unggul dalam persentase keberhasilan servis pertama dan melakukan lebih sedikit kesalahan ganda, McNally lebih efektif memanfaatkan peluang break point.

Saat Janice berusaha mengejar ketertinggalan menjadi 3-4, McNally justru mampu menjaga momentum dan merebut dua gim berikutnya untuk memastikan kemenangan sekaligus mengakhiri pertandingan setelah lebih dari tiga jam pertarungan.

Hasil ini membuat Janice kembali terhenti pada babak pertama dalam tiga turnamen lapangan rumput secara beruntun. Sebelumnya, ia juga gagal melewati laga pembuka di Libema Open dan Nottingham Open.

Meski gagal melangkah di nomor tunggal, perjuangan Janice di Eastbourne belum berakhir. Petenis Indonesia itu masih dijadwalkan tampil pada nomor ganda bersama wakil Hong Kong, Eudice Chong.

Pasangan Janice dan Chong akan menghadapi tantangan berat pada babak pertama setelah langsung bertemu unggulan kedua, duet Italia Jasmine Paolini dan Sara Errani. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Janice untuk bangkit sekaligus mengakhiri rangkaian hasil kurang memuaskan selama musim lapangan rumput tahun ini.

(Sumber: WTA)