![]() |
| Sebuah bangunan rusak setelah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Negara Bagian La Guaira, Venezuela, Kamis (25/6/2026). (Foto: Xinhua/Marcos Salgado) |
GEBRAK.ID – Bencana gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus memakan korban. Hingga Sabtu (27/6/2026), pemerintah Venezuela melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.430 orang, sementara ribuan warga lainnya mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal.
Data terbaru tersebut disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato resmi yang disiarkan televisi pemerintah VTV.
Rodriguez mengatakan proses pencarian, evakuasi, serta pendataan korban masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah pun memperkirakan angka korban masih dapat berubah seiring berjalannya operasi penyelamatan.
"Saat ini, kami telah mendata ada 1.430 saudara dan saudari kami yang, sayangnya, telah meninggal dunia. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan orang-orang tercinta yang ditinggalkan," ujar Rodriguez.
Selain korban jiwa, pemerintah mencatat sebanyak 3.238 orang mengalami luka-luka akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di negara tersebut. Para korban kini mendapatkan penanganan medis di berbagai rumah sakit dan pusat layanan kesehatan darurat.
Ribuan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Dampak gempa tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga.
Pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 3.142 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka rusak atau hancur diterjang gempa.
Untuk membantu para penyintas, pemerintah telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara serta memastikan kebutuhan dasar para korban, mulai dari makanan, air bersih, hingga pelayanan kesehatan, tetap terpenuhi.
Rodriguez menegaskan seluruh keluarga terdampak akan memperoleh bantuan sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Layanan Medis Terus Diperluas
Di tengah besarnya dampak bencana, pemerintah Venezuela juga mengerahkan tenaga kesehatan ke berbagai daerah yang mengalami kerusakan paling parah.
Menurut laporan resmi, tim medis telah memberikan lebih dari 12.000 layanan konsultasi kesehatan kepada masyarakat terdampak. Sementara itu, lebih dari 5.000 warga telah mendapatkan penanganan di berbagai pos kesehatan darurat yang didirikan di lokasi bencana.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan korban luka segera memperoleh perawatan sekaligus mencegah munculnya gangguan kesehatan lain yang berpotensi terjadi di lokasi pengungsian.
Selain pelayanan kesehatan, distribusi bantuan kemanusiaan juga terus dilakukan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.
Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung
Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh aparat penyelamat bersama relawan di sejumlah daerah.
Pemerintah Venezuela terus memperbarui data korban seiring masuknya laporan dari berbagai wilayah yang terdampak gempa.
Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat proses penyelamatan, memberikan pelayanan kesehatan kepada korban, serta memastikan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal memperoleh bantuan kemanusiaan secara memadai.
(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)
