Editor: Endro Yuwanto
Juara dunia kelas berat WBA, WBC, IBF, dan WBO, Oleksandr Usyk menolak menyebutkan lawan berikut untuk dihadapi setelah menumbangkan Daniel Dubois. (Foto: akun Instagram Oleksandr Usyk @usykaa)
GEBRAK.ID – Keputusan mengejutkan datang dari raja tinju kelas berat dunia, Oleksandr Usyk. Petinju asal Ukraina itu resmi mengumumkan akan melepaskan seluruh sabuk juara dunia yang masih berada dalam genggamannya sebelum mengakhiri karier profesional.
Pengumuman tersebut disampaikan Usyk melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya pada Sabtu (27/6/2026). Dalam pernyataannya, ia memastikan keputusan itu telah dipikirkan secara matang dan menjadi bagian dari langkah besar dalam perjalanan hidupnya.
"Saya ingin mengatakan bahwa saya memutuskan untuk mengosongkan semua sabuk yang saat ini saya pegang," ujar Usyk.
Meski tidak lagi menyandang status juara dunia, petinju berusia 39 tahun itu memastikan belum akan langsung pensiun. Ia masih memiliki satu pertarungan terakhir sebelum benar-benar menggantung sarung tinju.
"Ini bukan akhir dari cerita. Kelanjutan cerita masih menanti di depan," lanjutnya.
Tinggalkan Warisan Besar di Kelas Berat
Keputusan Usyk menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah tinju kelas berat modern.
Petinju berjuluk The Cat itu merebut gelar juara dunia kelas berat pada 2021 setelah mengalahkan Anthony Joshua. Kariernya kemudian mencapai puncak ketika sukses menumbangkan Tyson Fury dan menyatukan empat sabuk juara dunia utama, yakni WBC, WBA, IBF, dan WBO, sekaligus menjadi juara dunia tak terbantahkan.
Prestasi tersebut menjadikannya salah satu petinju terbaik dalam sejarah divisi kelas berat.
Sebelum mendominasi kelas berat, Usyk juga lebih dulu mencatatkan sejarah sebagai juara dunia tak terbantahkan di kelas penjelajah (cruiserweight), sebuah pencapaian yang hanya mampu diraih segelintir petinju elite.
Pertarungan Terakhir Jadi Penutup Karier
Laga terakhir Usyk berlangsung pada 23 Mei 2026 saat menghadapi legenda kickboxing asal Belanda, Rico Verhoeven, dalam duel spektakuler di kawasan Piramida Giza, Mesir.
Usyk dinyatakan menang setelah wasit menghentikan pertandingan pada akhir ronde ke-11. Namun, keputusan tersebut sempat memunculkan perdebatan di kalangan pengamat dan penggemar tinju.
Meski telah mengumumkan akan melepaskan seluruh gelar, Usyk memastikan dirinya masih akan menjalani satu pertarungan penutup sebelum resmi pensiun dari dunia tinju profesional.
Sabuk Juara Berpotensi Berpindah Tangan
Keputusan melepas sabuk juara membuka peluang besar bagi para penantang untuk memperebutkan gelar kelas berat.
Salah satu nama yang paling diuntungkan adalah Agit Kabayel. Petinju asal Jerman itu sebelumnya berstatus sebagai penantang wajib sabuk WBC dan kini berpeluang besar naik menjadi juara dunia.
Selain Kabayel, sorotan juga tertuju kepada petinju muda Inggris, Moses Itauma. Petinju yang digadang-gadang sebagai calon bintang baru kelas berat itu dijadwalkan menghadapi Filip Hrgovic pada 29 Agustus 2026 di O2 Arena, London.
Apabila mampu meraih kemenangan, Itauma disebut-sebut akan semakin dekat dengan pertarungan perebutan gelar dunia, termasuk peluang menghadapi juara WBO Daniel Dubois dalam duel sesama petinju Inggris yang diproyeksikan berlangsung pada tahun depan.
Era Baru Tinju Kelas Berat
Keputusan Usyk mengakhiri dominasinya diperkirakan akan mengubah peta persaingan tinju kelas berat dunia. Selama beberapa tahun terakhir, nama Usyk menjadi tolok ukur kekuatan divisi ini berkat rekor impresif dan keberhasilannya menaklukkan sejumlah petinju elite.
Kini, dengan sabuk-sabuk juara yang akan kembali diperebutkan, persaingan menuju takhta kelas berat dipastikan semakin terbuka dan menghadirkan era baru dalam dunia tinju profesional.
(Sumber: Instagram)