Pasokan Mobil Bekas Anjlok 24 Persen, Harga Justru Makin Stabil, Ini Penyebabnya

Pasar mobil bekas di Indonesia menunjukkan fenomena yang cukup menarik sepanjang 2026. Di tengah penurunan tajam jumlah unit yang tersedia di pasaran, permintaan konsumen ternyata masih tetap tinggi. (Foto ilustrasi: Gebrak.id)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Pasar mobil bekas di Indonesia menunjukkan fenomena yang cukup menarik sepanjang 2026. Di tengah penurunan tajam jumlah unit yang tersedia di pasaran, permintaan konsumen ternyata masih tetap tinggi. 

Kondisi ini membuat harga mobil bekas cenderung lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Data terbaru dari OLXmobbi mencatat pasokan mobil bekas pada periode Januari hingga Mei 2026 turun drastis sebesar 24 persen secara tahunan. 

Jumlah unit yang ditawarkan melalui platform tersebut hanya sekitar 85.000 unit, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 112.000 unit.

Namun, penurunan pasokan tersebut tidak diikuti pelemahan permintaan dalam skala yang sama. Selama lima bulan pertama tahun ini, permintaan mobil bekas hanya turun sekitar enam persen, dari 141.000 menjadi 132.000 unit.

Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengatakan kondisi tersebut menciptakan keseimbangan baru di pasar kendaraan bekas. Ketika pasokan menyusut lebih tajam dibandingkan permintaan, harga kendaraan otomatis menjadi lebih stabil.

"Fenomena tahun ini cukup unik. Pasokan turun hingga 24 persen, tetapi permintaan hanya terkoreksi sekitar enam persen. Hal ini membuat harga mobil bekas relatif lebih stabil dibandingkan tahun lalu," ujar Agung di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurut Agung, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasokan mobil bekas berkurang secara signifikan.

Salah satunya adalah membaiknya kualitas kredit di industri perusahaan pembiayaan atau multifinance. Dengan tingkat pembayaran kredit yang semakin baik, jumlah kendaraan hasil penarikan dari konsumen bermasalah ikut menurun.

Akibatnya, stok mobil bekas yang biasanya berasal dari kendaraan sitaan perusahaan pembiayaan kini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Jumlah mobil hasil penarikan dari konsumen yang bermasalah mengalami penurunan cukup besar. Itu ikut memengaruhi jumlah kendaraan yang masuk ke pasar mobil bekas," jelas Agung.

JANGAN TERLEWATKAN Rekomendasi Mobil Bekas Irit BBM Paling Rasional di Tengah Kenaikan Harga BBM, Mulai dari Agya hingga Raize  

Selain faktor pembiayaan, perubahan perilaku konsumen juga menjadi penyebab berkurangnya pasokan.

Agung menjelaskan masyarakat kini cenderung mempertahankan mobil mereka lebih lama sebelum menggantinya dengan kendaraan baru. Salah satu penyebabnya adalah tenor kredit kendaraan yang semakin panjang.

Jika sebelumnya rata-rata kredit kendaraan berlangsung tiga hingga empat tahun, kini banyak konsumen memilih tenor hingga empat setengah sampai lima tahun. Kondisi tersebut membuat siklus pergantian kendaraan menjadi lebih lambat.

"Orang sekarang menggunakan mobilnya lebih lama dibandingkan beberapa tahun lalu. Mereka tidak terburu-buru mengganti kendaraan karena tenor kredit juga semakin panjang," kata Agung.

Tak hanya itu, dampak pandemi Covid-19 juga masih terasa di industri otomotif. Penjualan mobil baru yang sempat merosot tajam pada 2020 hingga 2021 kini berimbas pada berkurangnya pasokan mobil bekas.

Pasalnya, sebagian besar pemilik kendaraan biasanya menjual mobil setelah tiga hingga lima tahun pemakaian. Karena penjualan mobil baru sempat rendah pada masa pandemi, jumlah kendaraan yang kini memasuki pasar mobil bekas otomatis ikut berkurang.

Kombinasi dari ketiga faktor tersebut membuat suplai kendaraan bekas semakin terbatas, sementara minat masyarakat untuk membeli mobil bekas tetap terjaga.

Situasi ini dinilai menjadi kabar baik bagi pemilik kendaraan yang ingin menjual mobilnya karena nilai jual kembali atau resale value relatif lebih terjaga. Di sisi lain, calon pembeli juga menghadapi pasar dengan harga yang lebih stabil meski pilihan unit tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Agung memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlanjut selama pasokan kendaraan bekas belum kembali meningkat secara signifikan. "Ketika pasokan berkurang tetapi permintaan tetap tinggi, harga mobil bekas menjadi jauh lebih stabil dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.

(Sumber: OLXmobbi)