Pelatih Spanyol Luis de la Fuente Buka Suara, Lamine Yamal Diminta tak Terus Dibandingkan dengan Messi dan Maradona

Pemain muda Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal. (Foto: Barca)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, TENNESSEE – Penampilan gemilang Lamine Yamal kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Bakat besar yang dimiliki winger muda Spanyol itu membuat banyak pihak mulai menyandingkannya dengan dua legenda sepak bola dunia, Lionel Messi dan Diego Maradona.

Namun, pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente justru meminta publik menghentikan perbandingan tersebut. Menurutnya, Yamal masih berada dalam tahap perkembangan dan berhak membangun karier dengan identitasnya sendiri.

Nama Lamine Yamal memang terus melambung sejak tampil impresif bersama Barcelona dan membawa Spanyol menjuarai Euro 2024. Kemampuan menggiring bola, menciptakan peluang, hingga mencetak gol membuat pemain berusia 18 tahun itu dinilai memiliki karakter permainan yang mengingatkan banyak orang pada Messi maupun Maradona.

Meski demikian, De la Fuente menilai ekspektasi yang terlalu besar justru bisa menjadi beban bagi pemain muda tersebut.

"Akan menjadi kesalahan jika membandingkan Yamal dengan siapa pun," ujar De la Fuente seperti dikutip dari ESPN, Minggu (21/12/2026).

Menurutnya, usia Yamal yang masih sangat muda membuat proses pembelajaran dan pendewasaan sebagai pesepak bola profesional masih panjang. "Dia baru berusia 18 tahun dan masih dalam proses berkembang. Kita harus membiarkannya menempuh jalannya sendiri," katanya.

Pelatih La Furia Roja itu bahkan menyamakan bakat Yamal dengan para seniman jenius dunia yang memiliki kemampuan luar biasa sejak usia muda.

"Pemain seperti ini memiliki sesuatu yang berbeda. Mereka adalah seorang jenius, seperti Salvador Dali atau Michelangelo. Apa yang terlihat luar biasa bagi kita, bagi mereka justru merupakan sesuatu yang alami," ucap De la Fuente.

Pada laga pembuka Grup melawan Tanjung Verde, Yamal belum dimainkan sejak menit awal dan baru masuk sebagai pemain pengganti. Keputusan tersebut diambil karena kondisi kebugarannya masih dipantau setelah sempat mengalami cedera menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Kini, jelang pertandingan kedua menghadapi Arab Saudi, peluang Yamal tampil lebih lama masih terbuka. Namun, De la Fuente menegaskan pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil risiko terhadap kondisi sang pemain.

"Kami akan mengevaluasinya. Kabar terbaiknya adalah dia berada di sini dan kondisinya sangat baik. Apakah dia bermain 55 menit, 58 menit, atau 63 menit, semuanya akan bergantung pada jalannya pertandingan. Kami akan memikirkan apa yang terbaik bagi tim sekaligus untuk dirinya," jelasnya.

De la Fuente juga memastikan suasana di ruang ganti Timnas Spanyol tetap kondusif meski perhatian publik banyak tertuju kepada Yamal.

"Atmosfer di tim sangat sehat. Semua pemain memahami betapa pentingnya peran masing-masing. Kami juga memahami posisi Lamine Yamal dengan sangat baik, begitu pula rekan-rekan setimnya," tegas pelatih berusia 64 tahun tersebut.

Pernyataan De la Fuente menjadi sinyal bahwa Timnas Spanyol ingin melindungi salah satu aset terbaiknya dari tekanan berlebihan. 

Di usia yang masih sangat muda, Yamal dinilai memiliki waktu yang panjang untuk membangun warisan sendiri tanpa harus terus hidup di bawah bayang-bayang nama besar Lionel Messi maupun Diego Maradona.

(Sumber: ESPN)