Bandara Husein Bandung Siap Dibuka Lagi, Penerbangan Jet Ditargetkan Mulai 17 Agustus 2026

 

Pemerintah mempercepat reaktivasi Bandara Husein Bandung. Penerbangan jet ditargetkan mulai 17 Agustus 2026 secara terbatas. ( Foto: Wikipedia) 


Editor: Yogi Ardhi

GEBRAK.ID,BANDUNG – Pemerintah mempercepat reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan dua skenario pembukaan kembali bandara tersebut, dengan target penerbangan pesawat jet mulai beroperasi secara terbatas pada 17 Agustus 2026.

Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan konektivitas udara Kota Bandung sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat dan pelaku usaha setelah sebagian besar penerbangan komersial sebelumnya dialihkan ke Bandara Kertajati.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan kajian operasional dan safety assessment telah rampung sehingga proses reaktivasi kini memasuki tahap pemenuhan kesiapan operasional oleh PT Angkasa Pura Indonesia sebagai pengelola bandara. 

"Kami mendorong PT Angkasa Pura Indonesia untuk segera menindaklanjuti pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional. Kami telah menyiapkan dua skenario," ujar Lukman.

Dua skenario pembukaan Bandara Husein

Dalam skenario pertama, Bandara Husein ditargetkan mulai melayani penerbangan pesawat jet pada 17 Agustus 2026 dengan pola operasi terbatas. Layanan yang dibuka mencakup penerbangan bisnis, penerbangan charter, serta penerbangan jet dengan dukungan infrastruktur dasar yang telah siap digunakan. 

Sementara itu, skenario kedua menargetkan operasional penuh pada 17 September 2026. Pada tahap ini, bandara ditargetkan mampu melayani pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320 melalui penerapan sistem slot management agar kapasitas operasional tetap aman dan tertib. 

Infrastruktur dipercepat

Untuk memenuhi target tersebut, Kemenhub meminta PT Angkasa Pura Indonesia mempercepat sejumlah pekerjaan di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside).

•Perbaikan dan overlay landasan pacu (runway) serta taxiway.

•Rekonstruksi apron.

•Perbaikan atap terminal dan pekerjaan waterproofing.

•Penyempurnaan fasilitas pelayanan penumpang.

•Peningkatan fasilitas keselamatan penerbangan.

Selain itu, pemerintah menargetkan pemenuhan standar Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7 sebelum operasional penuh dimulai. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) akan dimobilisasi dari Bandara Kertajati setelah operasional pemulangan jemaah haji selesai. 

Keselamatan jadi prioritas utama

Menurut Lukman, seluruh tahapan reaktivasi harus mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil.

Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia dan Komando Lanud Husein Sastranegara agar seluruh persiapan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 

Diharapkan kembali menggerakkan ekonomi Bandung

Reaktivasi Bandara Husein diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas menuju Kota Bandung, mendukung sektor pariwisata, perjalanan bisnis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

Apabila seluruh persyaratan teknis dan keselamatan terpenuhi sesuai jadwal, masyarakat sudah dapat menikmati kembali layanan penerbangan jet dari Bandara Husein mulai pertengahan Agustus 2026 secara bertahap sebelum memasuki operasional penuh pada September 2026. 

( berbagai sumber)