Debutan Piala Dunia 2026 Cape Verde Bikin Heboh: Tak Terkalahkan dalam 90 Menit saat Hadapi 3 Juara Dunia

Perjalanan Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026 memang telah berakhir. Namun, tim debutan asal Afrika itu meninggalkan kesan mendalam setelah menampilkan performa luar biasa sepanjang turnamen. (Foto: FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA – Perjalanan Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026 memang telah berakhir. Namun, tim debutan asal Afrika itu meninggalkan kesan mendalam setelah menampilkan performa luar biasa sepanjang turnamen.

Meski gagal melangkah ke babak 16 besar, Cape Verde berhasil mencatat prestasi yang tidak bisa dianggap remeh. Tim berjuluk Blue Sharks itu mampu bertahan tanpa kekalahan dalam waktu normal saat menghadapi tiga negara yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia, yakni Spanyol, Uruguay, dan Argentina.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Berstatus sebagai peserta pertama kalinya di putaran final, Cape Verde justru mampu menyulitkan tim-tim besar yang memiliki sejarah panjang di sepak bola dunia.

Performa konsisten itu bahkan membawa Cape Verde menjadi satu-satunya tim yang lolos dari fase grup dengan mengoleksi tiga hasil imbang.

Tahan Imbang Spanyol Berkat Aksi Gemilang Sang Kiper

Kejutan pertama langsung diciptakan Cape Verde pada laga pembuka melawan Spanyol, juara Piala Dunia 2010.

Menghadapi salah satu tim favorit, Cape Verde tampil disiplin sepanjang pertandingan hingga memaksa Spanyol bermain imbang tanpa gol.

Salah satu sosok yang paling bersinar dalam pertandingan tersebut adalah penjaga gawang Vozinha. Penampilannya di bawah mistar menjadi tembok kokoh setelah membukukan delapan penyelamatan penting yang menggagalkan berbagai peluang La Roja.

Hasil itu menjadi sinyal bahwa Cape Verde bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026.

Bangkit Saat Ditantang Uruguay

Pada pertandingan kedua, Cape Verde kembali menunjukkan mental kuat ketika menghadapi Uruguay, juara dunia edisi 1930 dan 1950.

Laga berlangsung terbuka dan berakhir dengan skor 2-2. Cape Verde bahkan mencatat sejarah melalui Kevin Pina yang menjadi pencetak gol pertama negara tersebut di ajang Piala Dunia.

Satu gol lainnya disumbangkan Helio Varela untuk memastikan Cape Verde kembali membawa pulang satu poin dari tim unggulan.

Hasil tersebut semakin memperkuat reputasi Blue Sharks sebagai salah satu tim kejutan di turnamen.

Argentina Dipaksa Bermain hingga Perpanjangan Waktu

Perlawanan terbaik Cape Verde mungkin terjadi saat menghadapi Argentina pada babak 32 besar.

Juara bertahan Piala Dunia itu dipaksa bekerja ekstra keras setelah pertandingan selama 90 menit berakhir imbang 1-1.

Argentina sempat unggul lebih dulu melalui Lionel Messi, namun Cape Verde kembali menunjukkan daya juangnya. Deroy Duarte sukses mencetak gol penyama kedudukan yang membuat pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.

Di extra time, Argentina akhirnya mampu memanfaatkan pengalaman mereka.

Lisandro Martinez membawa Albiceleste kembali unggul pada menit ke-92. Namun Cape Verde belum menyerah. Lopez Cabral kembali menyamakan kedudukan sebelas menit kemudian sehingga pertandingan kembali berlangsung sengit.

Argentina baru memastikan kemenangan pada menit ke-111 setelah gol bunuh diri Diney mengubah skor menjadi 3-2.

Meski tersingkir, Cape Verde meninggalkan turnamen dengan kepala tegak. Mereka menjadi salah satu tim yang paling banyak mendapat pujian berkat semangat juang, organisasi permainan, dan kemampuan bersaing melawan negara-negara elite.

Sebagai negara yang baru mencicipi atmosfer Piala Dunia, Cape Verde berhasil membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan di level tertinggi sepak bola internasional. 

Penampilan impresif melawan tiga mantan juara dunia menjadi modal berharga bagi skuad Blue Sharks untuk menatap turnamen-turnamen besar berikutnya.

(Berbagai Sumber)