FIFA tak Beri Ampun! Jarell Quansah Kena Sanksi Dua Laga, Inggris Dipaksa Ubah Rencana di Perempat Final

FIFA resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain dua pertandingan kepada bek Inggris Jarell Quansah (kanan) menyusul kartu merah yang diterimanya pada laga kontra Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto: AFP)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Timnas Inggris dipastikan kehilangan salah satu bek andalannya saat menghadapi Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026. FIFA resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain dua pertandingan kepada Jarell Quansah menyusul kartu merah yang diterimanya pada laga kontra Meksiko di babak 16 besar.

Sanksi tersebut membuat bek Bayer Leverkusen itu tak hanya absen saat Inggris menghadapi Norwegia, tetapi juga dipastikan melewatkan laga semifinal apabila The Three Lions berhasil melangkah ke empat besar.

Dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026), FIFA menyatakan pelanggaran Quansah dikategorikan sebagai serious foul play atau pelanggaran berat. Karena itu, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman tambahan satu pertandingan di luar sanksi otomatis akibat kartu merah.

Quansah diusir keluar lapangan pada menit ke-54 ketika Inggris mengalahkan Meksiko 3-2. Saat itu, bek berusia 23 tahun tersebut melakukan tekel keras terhadap Jesus Gallardo yang dinilai membahayakan keselamatan lawan.

Akibat keputusan itu, pelatih Thomas Tuchel harus memutar otak mencari pengganti Quansah di lini belakang saat menghadapi Norwegia pada laga perempat final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu.

Jika Inggris mampu menyingkirkan Norwegia dan melaju ke semifinal menghadapi pemenang duel Argentina melawan Swiss, Quansah tetap belum bisa dimainkan karena masih menjalani hukuman.

Bek muda tersebut baru berpeluang kembali memperkuat Inggris apabila timnya berhasil menembus partai final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli.

FA Sempat Pertimbangkan Banding

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sebenarnya sempat mempertimbangkan langkah banding atas hukuman yang dijatuhkan FIFA. Namun, regulasi resmi turnamen tidak membuka ruang untuk mengajukan keberatan terhadap sanksi tambahan yang diputuskan Komite Disiplin FIFA.

Dengan demikian, keputusan tersebut bersifat final dan wajib dijalankan.

Keputusan FIFA Tuai Sorotan

Hukuman terhadap Quansah kembali memicu perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan disiplin sepanjang Piala Dunia 2026.

Sorotan muncul karena sebelumnya penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, juga menerima kartu merah akibat pelanggaran yang dikategorikan sebagai serious foul play saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.

Meski berada dalam kategori pelanggaran yang sama, FIFA hanya menjatuhkan larangan bermain satu pertandingan kepada Balogun. Hukuman tambahan satu laga justru ditangguhkan selama 12 bulan.

Perbedaan keputusan tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga pelatih Inggris Thomas Tuchel yang mempertanyakan konsistensi penerapan regulasi.

Kontroversi serupa juga sempat muncul ketika Federasi Sepak Bola Prancis mengajukan protes atas kartu kuning yang diterima Michael Olise saat menghadapi Paraguay. Namun, FIFA menolak permohonan tersebut sehingga keputusan wasit tetap dinyatakan sah.

Kini, absennya Quansah menjadi tantangan baru bagi Inggris yang tengah memburu tiket menuju semifinal Piala Dunia 2026.

(Sumber: FIFA)