Guru di Tanjungpinang Rasakan Dampak Rumah Pendidikan, Pembelajaran Makin Interaktif dan Siswa Lebih Percaya Diri

Guru IPA SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Yolanda Farmin, mengaku melihat perubahan positif pada siswanya sejak menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media belajar di kelas. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, TANJUNGPINANG -- Program digitalisasi pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai dirasakan manfaatnya oleh para guru di daerah. Salah satunya melalui pemanfaatan Rumah Pendidikan yang terintegrasi dengan Papan Interaktif Digital (PID) di SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Teknologi tersebut dinilai mampu menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih interaktif, meningkatkan motivasi peserta didik, sekaligus memudahkan guru dalam menyiapkan materi pembelajaran.

Guru IPA SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, Yolanda Farmin, mengaku melihat perubahan positif pada siswanya sejak menggunakan PID sebagai media belajar di kelas.

"Keaktifan anak mulai bertumbuh. Anak-anak yang biasanya tidak berani maju ke depan sekarang lebih ingin mencoba karena tertarik dengan konten-konten pembelajaran yang beragam," ujar Yolanda, Jumat (24/7/2026).

Menurut Yolanda, keberadaan Rumah Pendidikan memberikan kemudahan karena menyediakan berbagai materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan langsung melalui fitur Ruang GTK maupun Ruang Murid.

"Sebagai guru, manfaat bagi saya pribadi adalah saya sudah punya media ajar yang siap pakai sehingga sangat mempermudah guna menyiapkan pembelajaran," kata Yolanda.

Tak hanya dimanfaatkan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Yolanda juga membagikan tautan materi kepada para siswa agar mereka dapat mempelajarinya kembali secara mandiri di rumah. "Anak-anak juga kita kasih link, mereka bisa akses juga kan di rumah," cetusnya.

Meski demikian, Yolanda berharap konten yang tersedia di Rumah Pendidikan terus dilengkapi sehingga dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak guru dari berbagai mata pelajaran.

"Ada pesan dari beberapa guru, karena sejauh ini belum semua mata pelajaran ter-input di dalam sistem. Jadi semoga ke depannya bisa semakin lengkap sehingga manfaat dari platform ini lebih dapat dirasakan oleh semua guru," harap Yolanda.

Menanggapi masukan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa berbagai aspirasi guru akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan nasional.

Wamen Atip menjelaskan, Rumah Pendidikan merupakan bagian dari Program Digitalisasi Pembelajaran yang menjadi salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi ini salah satu realisasi program Digitalisasi Pembelajaran dari Presiden Prabowo Subianto. Agar adik-adik semua dapat mengikuti pembelajaran semua mata pelajaran dengan cepat dan efektif," ujar Wamen Atip.

Menurut Wamen Atip, kehadiran teknologi telah mengubah cara peserta didik memahami materi pelajaran. Kini siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata melalui media digital.

"Pembelajaran kini mulai bergeser, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan penjelasan guru menjadi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata. Dulu, saat saya SMP, materi hanya dijelaskan. Sekarang peserta didik bisa melihatnya secara langsung," kata Wamen Atip.

Wamen Atip juga mengungkapkan bahwa inovasi Rumah Pendidikan telah mendapat pengakuan internasional setelah meraih penghargaan Winner atau Juara Pertama kategori e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.

"Rumah Pendidikan ini ternyata sudah mendapat penghargaan sebagai aplikasi pendidikan terbaik di dunia. Ini adalah penghargaan untuk kita semua dari ITU, International Telecommunication Union, yang berpusat di Jenewa, Swiss," ungkapnya.

Meski pemanfaatan teknologi semakin berkembang, Wamen Atip menegaskan bahwa peran guru tetap menjadi elemen utama dalam dunia pendidikan.

"Teknologi bukan pengganti guru. Peran Bapak dan Ibu guru tidak akan tergantikan karena guru tidak hanya berperan sebagai teacher, tetapi juga counselor. Guru bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan juga mendidik dan memberikan teladan," tutup Wamen Atip.

(Sumber: Kemendikdasmen)