Jakarta Masuk Daftar Kota Termahal Dunia 2026 untuk Orang Kaya, Peringkat 21 Secara Global


Jakarta menempati peringkat 21 kota termahal dunia 2026 bagi orang kaya menurut Julius Baer dengan biaya hidup premium naik 10,2%.


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Jakarta kembali masuk dalam daftar kota termahal di dunia bagi kalangan high-net-worth individuals (HNWI) atau individu dengan kekayaan tinggi. Dalam Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report 2026, ibu kota Indonesia menempati peringkat ke-21 dari 25 kota global yang dinilai memiliki biaya hidup premium paling tinggi.

Laporan yang dirilis Julius Baer pada awal Juli 2026 tersebut mengukur biaya untuk mempertahankan gaya hidup mewah menggunakan Julius Baer Lifestyle Index, yakni indeks yang membandingkan harga 20 barang dan jasa premium di berbagai kota dunia. Penilaian menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) sehingga dapat menggambarkan perbedaan biaya hidup kelas atas secara global. 

Posisi Jakarta tahun ini turun dibandingkan edisi sebelumnya. Pada laporan 2025, Jakarta berada di peringkat ke-18, sementara pada 2026 bergeser ke posisi 21 karena sejumlah kota lain mengalami kenaikan biaya hidup yang lebih tinggi akibat penguatan mata uang lokal terhadap dolar AS. 

Biaya Hidup Premium Global Naik 10,2 Persen

Julius Baer mencatat biaya untuk mempertahankan standar hidup premium secara global meningkat sekitar 10,2 persen dalam satu tahun.

Menurut laporan tersebut, kenaikan tidak semata-mata dipicu inflasi, tetapi juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar mata uang. Kota-kota yang didukung mata uang kuat seperti franc Swiss dan euro mengalami lonjakan posisi dalam peringkat global.

"Secara keseluruhan, biaya untuk mempertahankan standar hidup premium naik sekitar 10 persen sehingga susunan peringkat kota-kota global ikut berubah," tulis Julius Baer dalam laporannya. 

Singapura Masih Jadi Kota Termahal

Untuk tahun keempat berturut-turut, Singapura mempertahankan posisi sebagai kota termahal di dunia bagi orang kaya.

Posisi berikutnya ditempati Zurich, disusul Monaco, Hong Kong, dan London yang melengkapi lima besar.

Sementara di kawasan Asia Pasifik, selain Singapura dan Hong Kong, kota seperti Shanghai, Sydney, dan Bangkok juga masuk dalam jajaran 10 besar kota dengan biaya hidup premium tertinggi. 

Apa yang Dinilai?

Julius Baer Lifestyle Index tidak mengukur biaya hidup masyarakat secara umum, melainkan pengeluaran yang lazim dilakukan individu beraset tinggi.

Indeks tersebut menghitung harga berbagai kebutuhan dan layanan premium, antara lain:

Properti mewah

Kendaraan premium

Pendidikan internasional

Layanan kesehatan eksklusif

Perjalanan kelas bisnis

Hotel berbintang

Perhiasan dan jam tangan mewah

Barang fesyen premium

Layanan gaya hidup lainnya. 

Karena menggunakan keranjang barang dan jasa khusus tersebut, peringkat ini tidak mencerminkan biaya hidup rata-rata penduduk, melainkan biaya yang harus dikeluarkan kalangan kaya untuk mempertahankan gaya hidup mereka di setiap kota.

Orang Kaya Mulai Ubah Pola Belanja

Laporan Julius Baer juga menemukan adanya perubahan perilaku konsumsi kalangan kaya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Lebih dari separuh responden menyatakan bersedia bepergian ke luar negeri untuk membeli barang mewah demi menghindari tarif dan mendapatkan harga lebih kompetitif. Sementara sekitar sepertiga responden mengaku telah mengubah asal negara pembelian produk-produk premium mereka.

Di sisi investasi, banyak HNWI mulai memperbesar kepemilikan aset defensif seperti logam mulia, meningkatkan diversifikasi geografis, serta memperbanyak likuiditas guna menghadapi risiko ekonomi dan geopolitik yang meningkat. 

( berbagai sumber)