GEBRAK.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat merespons kondisi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menjadi perhatian publik. Sekolah tersebut dipastikan akan segera mendapatkan revitalisasi melalui program Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh akses pendidikan di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan proses revitalisasi kini tengah dipersiapkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi," ujar Gogot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurut Gogot, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu agenda prioritas Kemendikdasmen dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa pembenahan fasilitas pendidikan menjadi langkah penting agar proses belajar mengajar berlangsung lebih optimal dan memberikan rasa aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Pada tahun 2026, program revitalisasi difokuskan pada tiga kategori prioritas. Pertama, sekolah yang terdampak bencana. Kedua, sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ketiga, sekolah dengan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan berat.
Gogot menjelaskan, SDN Tanggirejo termasuk dalam kategori prioritas tersebut sehingga berhak memperoleh program revitalisasi pada tahun ini.
"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," kata Gogot.
Kemendikdasmen berharap proses revitalisasi dapat segera berjalan sesuai jadwal sehingga para siswa dan guru dapat segera menikmati fasilitas belajar yang lebih representatif.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah, khususnya bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian lebih karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak.
(Sumber: Kemendikdasmen)
