![]() |
| BP Tapera dan GoTo resmi luncurkan KPR DP 0 persen untuk driver ojol. Kuota 350 ribu unit, cicilan mulai Rp1,1 juta. Simak syarat dan cara daftarnya. ( Foto: ist) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA — Kabar baik bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol). Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) resmi menjalin kerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) untuk menyediakan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan skema uang muka atau down payment (DP) 0 persen.
Perjanjian kerja sama (PKS) tersebut ditandatangani langsung oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, dan Chief of Public Affairs, Public Policy & Government Relations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Shinto Nugroho, di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Jumat (3/7) . Kolaborasi ini akan berlangsung hingga tahun 2027 dan bertujuan memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya yang bekerja di sektor informal.
Deputi Komisioner BP Tapera Sid Herdi Kusuma menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada para pekerja sektor informal yang memiliki penghasilan namun belum memiliki hunian. Ia menekankan bahwa skema DP 0 persen ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para driver yang selama ini terkendala akses pembiayaan formal.
"Melalui kerja sama ini, Mitra Driver Gojek yang memenuhi ketentuan sebagai MBR dapat mengakses KPR dengan DP 0 persen," ujar Sid Herdi dalam acara penandatanganan.
Kuota dan Sasaran Program
Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan kuota KPR FLPP sebanyak 350.000 unit. Sid Herdi menerangkan bahwa pihaknya telah meminta kepada bank penyalur, termasuk Bank Syariah Nasional (BSN), untuk mengalokasikan minimum 15 persen dari kuota tersebut bagi pekerja sektor informal, termasuk para mitra driver Gojek.
"Kami meminta bank penyalur mengalokasikan minimum 15 persen dari 350.000 tersebut untuk para pekerja informal termasuk driver Gojek," tegasnya.
Hingga 2 Juli 2026, BP Tapera telah merealisasikan penyaluran FLPP sebanyak 93.339 unit rumah dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp11,60 triliun . Penerima manfaat masih didominasi oleh pekerja swasta (65,49 persen) dan wiraswasta (17,02 persen), sehingga program ini diharapkan dapat meningkatkan porsi penyerapan di sektor informal.
Syarat dan Kriteria Penerima Manfaat
Program ini bukan tanpa syarat. BP Tapera akan melakukan proses verifikasi dan penilaian kelayakan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran . Sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh mitra driver Gojek antara lain:
· Usia 21 hingga 45 tahun.
· Memenuhi kriteria sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) .
· Belum pernah memiliki rumah .
· Memiliki performa kerja yang baik yang dinilai dari tingkat penyelesaian perjalanan (trip completion rate) dan waktu aktif (online) dalam satu bulan.
Selain memenuhi kriteria tersebut, kelayakan kredit juga akan dinilai melalui sistem perbankan, termasuk pengecekan riwayat kredit (BI Checking/SLIK).
Antusiasme dan Mekanisme Pembayaran
Antusiasme mitra driver terhadap program ini terbilang tinggi. Head of Public Affairs GoTo, Dyan Shinto Nugroho, mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat 125 mitra driver yang telah memenuhi persyaratan dan siap menandatangani akad kredit. Jumlah tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Sementara itu, lebih dari 3.000 driver lainnya sedang dalam proses antrean untuk pemeriksaan BI Checking dan kelengkapan dokumen.
Untuk memudahkan pembayaran cicilan, GoTo akan menerapkan mekanisme pemotongan langsung (direct debit) dari pendapatan harian mitra driver. Besaran cicilan diperkirakan berkisar Rp 1,1 juta hingga Rp 1,2 juta per bulan, tergantung pada harga dan lokasi rumah subsidi yang dipilih.
Selain itu, dukungan dari asosiasi pengembang perumahan turut memungkinkan realisasi skema DP 0 persen. Porsi DP 1 persen yang biasanya harus dibayar konsumen akan ditanggung oleh pengembang, sementara suku bunga KPR tetap sebesar 5 persen.
Edukasi dan Keberlanjutan
Sid Herdi menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kemudahan akses, tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan para penerima manfaat . Edukasi berkelanjutan akan diberikan kepada para pengemudi dan keluarga mereka.
"Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik kepada pengemudi maupun anggota keluarganya. Mereka perlu memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, mengurangi pengeluaran yang tidak produktif, serta menjaga kualitas kredit," terangnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, pemerintah dan GoTo berharap semakin banyak mitra driver ojol yang dapat mewujudkan mimpi memiliki rumah pertama yang layak, berkualitas, dan terjangkau .
( berbagai sumber)
