DAMAC Group Gelontorkan Investasi Miliaran Dolar, Bangun Data Center 1,3 GW di Jakarta

 

DAMAC Group investasi miliaran dolar bangun data center 1,3 GW di Jakarta. Kapasitas ini hampir 3 kali lipat total nasional. Proyek JKT01 mulai beroperasi 2026.( Foto: freepik) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA– Perusahaan penyedia fasilitas pusat data asal Uni Emirat Arab (UEA), DAMAC Group, memastikan komitmen investasi besarnya di Indonesia dengan membangun pusat data (data center) skala besar. Total kapasitas yang direncanakan mencapai 1,3 gigawatt (GW), sebuah angka yang dinilai luar biasa karena hampir tiga kali lipat kapasitas nasional saat ini. 

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa komitmen investasi DAMAC Group berada di kisaran 1,2 GW hingga 1,3 GW. Angka ini sangat signifikan mengingat total kapasitas data center nasional saat ini baru mencapai sekitar 600 megawatt (MW). 

"DAMAC itu memang investor besar. Tapi kalau komitmennya investasi data center 1,2-1,3 gigawatt itu luar biasa, karena total nasional saja kita hanya 600 megawatt," ujar Susiwijono di kantornya, Jumat (3/7/2026). 

Dengan kapasitas sebesar itu, nilai investasi yang digelontorkan dipastikan mencapai miliaran dolar AS. Susiwijono menjelaskan bahwa setiap 1 MW kapasitas data center membutuhkan biaya jutaan dolar AS. "Kalau 1,2 gigawatt atau 1,3 gigawatt kan berarti 1.300 megawatt kali sekian juta US. Pasti bilion US dollar itu," tegasnya. 

DAMAC JKT01 di MT Haryono

Meskipun nilai investasi secara total untuk 1,3 GW belum diumumkan secara resmi, DAMAC Digital (entitas anak DAMAC Group) telah merealisasikan proyek awal senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun untuk pembangunan pusat data pertama bernama JKT01 - Jakarta Central. 

Proyek JKT01 ini terletak di kawasan strategis MT Haryono, Jakarta. Proses groundbreaking telah dilakukan sejak Agustus 2025, dan saat ini telah memasuki tahap topping off (penyelesaian struktur utama) pada kuartal I 2026. DAMAC menargetkan fasilitas ini dapat mulai beroperasi pada kuartal III tahun 2026.

Pendiri DAMAC Digital, Hussain Sajwani, menyatakan bahwa JKT01 didesain untuk mendukung Indonesia menjadi kekuatan digital baru di Asia. "Dengan infrastruktur yang scalable, kami siap mendukung tujuan Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan digital baru di Asia," ujarnya. 

Spesifikasi JKT01

Bangunan pusat data ini memiliki spesifikasi modern dan ramah lingkungan:

Spesifikasi Detail

Lokasi MT Haryono, Jakarta 

Lahan 3.600 meter persegi 

Luas Bangunan 15.080 meter persegi (6 lantai) 

Kapasitas Daya 19,2 MW 

Jumlah Rak 1.350 rak (kerapatan 13-15 kW) 

Ruang Data 3 ruang (masing-masing 760 m²) 

Investasi Jangka Panjang dan AI

Investasi DAMAC di Indonesia tidak berhenti pada JKT01. Proyek ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk menguasai pasar infrastruktur digital di Asia Tenggara, dengan komitmen investasi lebih dari US$ 3 miliar di kawasan ini. 

Susiwijono menyebutkan bahwa pembangunan data center DAMAC akan berada di beberapa titik di Jakarta, tidak terpusat di KEK Nongsa Digital Park seperti kebanyakan penyedia lain. Ke depannya, DAMAC juga dikabarkan tengah merencanakan pembangunan kampus data center AI besar-besaran di Cikarang dengan investasi fantastis mencapai US$ 2,3 miliar. 

"Kebutuhan data center kita besar sekali. Kalau untuk AI akan besar sekali," tegas Susiwijono, menyoroti tingginya permintaan infrastruktur data seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital. 

Tantangan dan Dukungan Pemerintah

Meskipun antusias, pemerintah menyadari adanya tantangan besar terkait infrastruktur pendukung, terutama pasokan listrik dan air yang sangat besar. Susiwijono menekankan perlunya penyesuaian rencana investasi sektor data center ke depan mengingat kapasitasnya yang sangat besar. 

"Nah itu yang data center itu kan konsekuensinya perlu listrik besar, perlu air besar dan sebagainya. Nah ini tantangan kita," paparnya. 

( berbagai sumber)