KRL Green Line Tanah Abang–Rangkasbitung Bakal Pakai 12 Gerbong, Menhub Janjikan Headway Lebih Singkat

 

Menhub memastikan KRL Green Line akan ditingkatkan menjadi 12 gerbong melalui penguatan listrik demi memangkas headway dan mengurangi kepadatan. ( Foto: ist) 

Editor:Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah mempercepat peningkatan kapasitas layanan KRL Green Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung seiring terus meningkatnya jumlah penumpang di lintas tersebut. Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan berbagai pembenahan infrastruktur agar jalur tersebut dapat melayani rangkaian KRL hingga 12 gerbong.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan peningkatan kapasitas Green Line menjadi salah satu prioritas pemerintah karena pertumbuhan pengguna yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Jumlah penumpangnya meningkat cukup besar dan kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat terlayani. PT KAI sedang menyiapkan rangkaian 12 gerbong untuk Green Line," ujar Dudy di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Infrastruktur Kelistrikan Jadi Kunci

Menurut Dudy, pengoperasian rangkaian 12 gerbong tidak hanya bergantung pada ketersediaan armada, tetapi juga memerlukan peningkatan sistem kelistrikan di sepanjang lintas Tanah Abang hingga Rangkasbitung.

Pemerintah akan meningkatkan kapasitas gardu traksi dan daya listrik aliran atas (LAA) agar mampu menopang operasional kereta dengan kapasitas lebih besar.

"PT KAI juga akan menyiapkan infrastruktur kelistrikan sebagai pendukung karena peningkatan daya listrik memang sangat dibutuhkan untuk Green Line," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengungkapkan proyek elektrifikasi tersebut ditargetkan selesai pada 2027. Dalam proyek itu akan dilakukan penambahan gardu traksi di sepanjang jalur sehingga KRL 12 gerbong dapat beroperasi secara optimal

Headway Ditargetkan Lebih Cepat

Selain meningkatkan kapasitas angkut, pemerintah juga menargetkan waktu tunggu (headway) antarkereta menjadi lebih singkat.

Saat ini, headway Green Line masih sekitar 10 menit pada sejumlah jam operasional. Kondisi tersebut sering menyebabkan kepadatan penumpang, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Dudy meminta proses peningkatan infrastruktur dipercepat agar frekuensi perjalanan KRL bisa ditambah.

"Harapannya bisa lebih cepat sehingga headway semakin rapat dan jumlah penumpang yang dapat diangkut juga semakin banyak," ujarnya.

Penumpang Diproyeksikan Lebih Nyaman

Peningkatan kapasitas menjadi 12 gerbong diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini kerap terjadi di Stasiun Tanah Abang maupun stasiun-stasiun lain di lintas Rangkasbitung.

Dengan bertambahnya kapasitas rangkaian dan frekuensi perjalanan, masyarakat diproyeksikan memperoleh layanan yang lebih nyaman, waktu tunggu yang lebih singkat, serta distribusi penumpang yang lebih merata.

Pemerintah menilai Green Line menjadi salah satu lintas prioritas karena memiliki pertumbuhan penumpang paling tinggi di wilayah Jabodetabek. Oleh sebab itu, proyek peningkatan daya listrik dan penambahan kapasitas rangkaian dipercepat agar target operasional KRL 12 gerbong dapat terealisasi sesuai rencana pada 2027. 

( berbagai sumber)