Editor: A. Rayyan K
Petenis putri Italia Jasmine Paolini bereaksi pada babak keempat Wimbledon melawan petenis Filipina Alexandra Eala di All England Club, London, Inggris, Senin (6/7/2026). (Foto: Wimbledon)
GEBRAK.ID, LONDON – Perjalanan luar biasa petenis muda Filipina Alexandra Eala di Wimbledon 2026 akhirnya harus berakhir. Setelah mencuri perhatian dunia tenis dengan menyingkirkan juara bertahan Iga Swiatek pada babak sebelumnya, Eala tak mampu melanjutkan kejutannya usai dikalahkan Jasmine Paolini di babak 16 besar.
Bertanding di Centre Court, All England Club, London, Senin (6/7/2026) waktu setempat, Paolini keluar sebagai pemenang melalui pertarungan tiga set dengan skor 6-4, 4-6, 6-3 dalam waktu 2 jam 22 menit.
Kemenangan tersebut mengantar petenis Italia itu melaju ke perempat final Wimbledon untuk kedua kalinya sepanjang kariernya, sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu unggulan yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar Grand Slam tahun ini.
"Melangkah ke lapangan ini selalu menjadi sesuatu yang istimewa dan saya sangat menantikannya. Atmosfer di sini luar biasa. Saya merasa sangat beruntung bisa bermain di sini dan meraih kemenangan," ujar Paolini seperti dikutip dari WTA.
Meski tersingkir, penampilan Alexandra Eala tetap menuai apresiasi. Petenis berusia 21 tahun itu menjadi salah satu kejutan terbesar Wimbledon 2026 setelah secara mengejutkan menghentikan langkah Iga Swiatek di babak sebelumnya. Hasil tersebut semakin mengukuhkan Eala sebagai salah satu talenta muda Asia yang tengah naik daun di pentas tenis dunia.
JANGAN TERLEWATKAN Petenis Filipina Alexandra Eala Cetak Sejarah, Singkirkan Juara Bertahan Iga Swiatek di Wimbledon 2026
Sementara itu, Paolini tampil semakin percaya diri usai lolos ke delapan besar. Finalis Wimbledon 2024 tersebut kini mencatat sejarah sebagai petenis Italia pertama yang mampu mencapai perempat final Wimbledon lebih dari satu kali.
Performa impresif Paolini juga menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang turnamen. Setelah sempat kehilangan set pertama dengan skor telak 0-6 saat menghadapi Robin Montgomery pada putaran awal, ia bangkit dan terus melaju dengan menyingkirkan Viktorija Golubic, Maria Sakkari, hingga Alexandra Eala.
Salah satu faktor penting kemenangan Paolini atas Eala adalah konsistensinya dalam servis kedua. Statistik pertandingan menunjukkan ia memenangi 20 dari 31 poin servis kedua atau sekitar 65 persen.
Pada set penentuan, permainan Paolini semakin solid. Ia memenangkan 94 persen poin dari servis pertamanya, hanya kehilangan lima poin saat melakukan servis, serta tidak memberikan satu pun peluang break point kepada lawannya.
Kemampuan bermain di depan net juga menjadi senjata utama petenis berusia 30 tahun tersebut. Meski belakangan mengurangi jadwal bermain ganda karena masih dalam proses pemulihan cedera kaki, instingnya saat menyerang di depan net tetap tajam.
Saat menghadapi Eala, Paolini berhasil merebut 18 dari 27 poin ketika maju ke depan net. Bahkan dalam tiga pertandingan terakhirnya di Wimbledon, ia sukses memenangkan 53 dari total 75 poin di area tersebut.
Berkat pencapaian tersebut, Paolini kini bergabung bersama deretan legenda tenis putri Italia seperti Sara Errani, Flavia Pennetta, Francesca Schiavone, dan Roberta Vinci yang pernah mencapai sedikitnya tiga perempat final tunggal Grand Slam pada era Open.
Di babak perempat final, Paolini akan menghadapi unggulan ke-13 asal Ukraina, Marta Kostyuk. Kostyuk memastikan tiket ke delapan besar setelah mengalahkan Ashlyn Krueger dua set langsung, 6-4, 6-4.
Secara statistik, Kostyuk juga datang dengan performa meyakinkan. Ia membukukan 81 persen kemenangan poin saat bermain di depan net, memenangi 64 persen poin dari servis kedua, menghasilkan 22 winner, serta hanya melakukan 13 unforced error.
Pertemuan nanti akan menjadi duel pertama kedua pemain di lapangan rumput. Dalam dua pertemuan sebelumnya di babak utama turnamen WTA, Paolini selalu keluar sebagai pemenang. Namun, Kostyuk pernah mengalahkannya saat babak kualifikasi Cincinnati Open 2022.
Paolini pun mengaku tak ingin meremehkan calon lawannya.
"Dia bermain sangat baik tahun ini. Permainannya berkembang pesat. Dia sangat agresif, atletis, dan bergerak dengan sangat baik di lapangan. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan kami harus mempersiapkannya dengan baik," kata Paolini.
Dengan tersingkirnya Alexandra Eala, harapan Asia di sektor tunggal putri Wimbledon 2026 pun berakhir. Sebaliknya, Jasmine Paolini semakin dekat untuk kembali mencatatkan sejarah dengan memburu gelar Grand Slam pertamanya.
(Sumber: WTA)