Editor: Damar Pratama
Kekalahan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik terhadap pelatih Carlo Ancelotti. (Foto: CBF)
GEBRAK.ID – Kekalahan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik terhadap pelatih Carlo Ancelotti. Bahkan, legenda sepak bola Brasil Romario secara terbuka meminta Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) segera mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Italia tersebut.
Brasil harus mengakhiri langkahnya lebih cepat setelah takluk 1-2 dari Norwegia. Hasil itu sekaligus menggagalkan ambisi Selecao meraih gelar juara dunia keenam dan menjadi pencapaian terburuk tim dalam ajang Piala Dunia dalam 36 tahun terakhir.
Kegagalan tersebut membuat Ancelotti menjadi sasaran kritik tajam. Romario, yang membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1994, menilai mantan pelatih Real Madrid itu telah membuat sejumlah keputusan yang keliru, terutama dalam menyusun strategi dan memilih pemain saat menghadapi Norwegia.
"Dia tidak bisa terus menjadi pelatih Brasil, sama sekali tidak. Jika saya berada di federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruhnya pergi dan mengakhiri kontraknya saat itu juga," kata Romario seperti dikutip dari A Bola, Kamis (9/7/2026).
Menurut Romario, penampilan Brasil dalam pertandingan tersebut merupakan salah satu yang paling mengecewakan dalam beberapa tahun terakhir. "Pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah aib. Saya bahkan tidak mengerti apa yang ada di kepalanya: menarik Bruno Guimaraes keluar untuk menempatkan Ederson di posisi bek sayap," ujarnya.
Romario juga mempertanyakan kebijakan Ancelotti dalam membentuk skuad sejak awal turnamen. Ia menilai pelatih berusia 67 tahun itu kurang menyiapkan opsi pemain di sektor pertahanan sehingga harus melakukan perubahan yang dinilai tidak masuk akal ketika terjadi cedera.
"Dia melakukan itu karena dia tidak memanggil lebih banyak bek sayap, bukan? Seorang bek sayap cedera dan dia memanggil seorang bek tengah?" lanjut Romario.
Ancelotti mulai menangani Timnas Brasil pada 2025 setelah mengakhiri kiprahnya bersama Real Madrid. Kehadirannya sempat disambut dengan optimisme tinggi karena rekam jejaknya sebagai salah satu pelatih tersukses di dunia.
Bahkan, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) baru saja memperpanjang kontraknya pada Mei 2026. Dengan kesepakatan tersebut, Ancelotti sejatinya masih terikat kontrak hingga 2030.
Meski demikian, kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026 membuat masa depan Ancelotti mulai dipertanyakan. Desakan dari publik, media, hingga legenda sepak bola seperti Romario diperkirakan akan menjadi perhatian serius bagi CBF dalam melakukan evaluasi terhadap performa tim nasional.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari CBF mengenai kemungkinan mengevaluasi posisi Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala Selecao.
(Sumber: A Bola)