![]() |
| NordPass mengungkap 20 password paling mudah dibobol di Indonesia. Cek daftarnya dan segera ganti agar akun tetap aman. ( Foto: freepik ) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID,JAKARTA – Kebiasaan menggunakan kata sandi sederhana masih menjadi ancaman serius bagi keamanan akun digital masyarakat Indonesia. Demi alasan mudah diingat, banyak pengguna internet memilih password yang singkat atau menggunakan kombinasi angka yang umum. Padahal, pola tersebut menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan siber.
Temuan ini diungkap dalam laporan Top 200 Most Common Passwords 2025 yang dirilis NordPass pada 13 November 2025. Laporan tahunan tersebut menganalisis jutaan password yang ditemukan dalam berbagai insiden kebocoran data di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar password yang digunakan masyarakat masih sangat mudah ditebak melalui metode brute force maupun dictionary attack, yaitu teknik otomatis yang mencoba kombinasi kata sandi paling umum hingga berhasil masuk ke akun korban.
Daftar Password yang Sebaiknya Dihindari
Menurut data yang dikutip Kompas dari laporan NordPass, berikut sejumlah password yang masih banyak digunakan masyarakat Indonesia:
123456
123456789
password
12345
12345678
qwerty
111111
123123
abc123
password123
admin
bismillah
indonesia
sayang
qwerty123
iloveyou
987654321
000000
asdfgh
123321
Password dengan pola angka berurutan, nama umum, atau susunan huruf keyboard dapat ditebak dalam waktu sangat singkat menggunakan perangkat lunak peretas.
Mengapa Password Ini Berbahaya?
Ketika satu akun berhasil ditembus, pelaku biasanya akan mencoba password yang sama pada akun email, media sosial, marketplace hingga aplikasi mobile banking. Praktik menggunakan satu password untuk banyak akun membuat risiko pencurian data dan uang meningkat drastis.
Email menjadi target utama karena dapat digunakan untuk mengatur ulang password layanan lain, sedangkan aplikasi mobile banking menyimpan akses langsung ke rekening pengguna.
Pakar Keamanan Sarankan Password Unik
Lembaga keamanan siber di Amerika Serikat, Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), menyarankan masyarakat menggunakan passphrase yang panjang, unik untuk setiap akun, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Pendekatan ini dinilai jauh lebih aman dibanding menggunakan kata sandi pendek yang mudah diingat.
Selain itu, pengguna juga disarankan memanfaatkan password manager untuk menyimpan kata sandi yang kompleks sehingga tidak perlu menghafalnya satu per satu.
Tips Membuat Password yang Aman
Untuk meningkatkan keamanan akun digital, pengguna disarankan:
Gunakan minimal 12–16 karakter.
Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
Hindari nama, tanggal lahir, atau nomor telepon.
Gunakan password yang berbeda untuk setiap akun.
Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
Ganti password secara berkala apabila terindikasi terjadi kebocoran data.
Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber, mengganti password yang lemah menjadi kombinasi yang kuat merupakan langkah sederhana namun efektif untuk melindungi akun media sosial, email, marketplace, hingga mobile banking dari risiko pembobolan.
( berbagai sumber)
