Pelatih Swiss Murat Yakin Sesumbar Argentina Masih Punya Titik Lemah Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Swiss di Piala Dunia 2026, Murat Yakin. (Foto: Instagram/@coachmuratyakin)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Timnas Swiss datang ke perempat final Piala Dunia 2026 tanpa rasa gentar. Meski akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina, pelatih Murat Yakin menyatakan timnya melihat adanya celah yang bisa dimanfaatkan untuk menghentikan langkah Lionel Messi dan kolega.

Duel panas Argentina kontra Swiss dijadwalkan berlangsung di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) WIB. Pertandingan ini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan karena mempertemukan favorit juara dengan tim kuda hitam yang tampil konsisten sepanjang turnamen.

Menurut Yakin, kualitas Argentina memang tidak perlu diragukan. Namun, performa La Albiceleste dalam dua pertandingan terakhir menunjukkan mereka bukan tim yang tanpa kelemahan.

"Kami akan menghadapi Argentina, tim juara dunia. Melawan mereka tentu tidak mudah, tetapi berdasarkan dua laga terakhirnya, mereka rentan dan memiliki celah," kata Murat Yakin, seperti dikutip dari Sky Sports, Jumat (10/7/2026).

Meski berstatus juara bertahan, perjalanan Argentina menuju babak delapan besar tidak semulus yang diperkirakan.

Pada fase 32 besar, tim asuhan Lionel Scaloni harus berjuang hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya mengalahkan Cape Verde dengan skor 3-2.

Situasi serupa kembali terjadi di babak 16 besar. Argentina bahkan sempat tertinggal lebih dulu sebelum berhasil membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir.

Dua pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Swiss. Yakin menilai ada sejumlah aspek permainan Argentina yang masih dapat dieksploitasi, terutama di sektor sayap yang beberapa kali memberikan ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang berbahaya.

Karena itu, Swiss telah menyiapkan strategi khusus agar mampu meredam agresivitas lini serang Argentina sekaligus memaksimalkan peluang saat melakukan serangan balik.

"Secara taktik, nanti akan jadi pertandingan menarik," ujar Yakin.

Pelatih berusia 50 tahun itu juga menyadari timnya tidak diunggulkan. Namun, ia justru melihat kondisi tersebut sebagai motivasi tambahan untuk menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

"Bagi negara seperti Swiss, menghadapi Argentina di perempat final Piala Dunia adalah momen yang luar biasa. Kami akan menjadi kejutan besar jika mampu mengguncang juara dunia," jelas Yakin.

Di atas kertas, Argentina tetap lebih difavoritkan melaju ke semifinal berkat kualitas skuad dan pengalaman para pemainnya. Namun, Swiss berharap mampu memanfaatkan setiap kelemahan lawan untuk mengubah prediksi dan menjaga mimpi melangkah lebih jauh di turnamen empat tahunan tersebut.

(Sumber: Sky Sports)