Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dipangkas, Latihan Fisik Dikurangi Pasca Dievaluasi

 

Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dipangkas, Latihan Fisik Dikurangi Pasca Dievaluasi ( Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA--Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan durasi pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih dipersingkat menjadi satu setengah bulan. Pemangkasan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyusul insiden meninggalnya peserta latihan. 

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa durasi pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dipangkas menjadi satu setengah bulan. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program, termasuk meninjau ulang porsi latihan fisik yang dinilai berisiko .

Awalnya, program pelatihan direncanakan berlangsung selama dua bulan. Namun, setelah dilakukan evaluasi, durasi tersebut dipotong menjadi 45 hari atau satu setengah bulan. 

"Saya mendapat informasi (waktunya) diperpendek, sehingga dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi sebulan setengah," kata Dudung dalam keterangannya, Selasa (30/6). 

Evaluasi Menyusul Insiden Peserta Latihan

Kebijakan pemangkasan durasi dan pengurangan latihan fisik ini merupakan respons pemerintah atas insiden meninggalnya lima peserta program SPPI saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat . Sebelumnya, Dudung juga melakukan takziah ke rumah duka salah satu korban untuk menyampaikan belasungkawa atas nama negara. 

"Kami datang ke sini atas nama negara untuk memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Kita merasa kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang sedang melaksanakan pendidikan," ujar Dudung saat takziah di Sumedang. 

Pasca-kejadian tersebut, pemerintah langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk menghapus kegiatan fisik yang bersifat taktis dan teknis militer. Fokus pelatihan kini diarahkan pada pembekalan manajerial perkoperasian karena peserta diproyeksikan menjadi manajer koperasi. 

"Kegiatan-kegiatan fisik sudah mulai ditiadakan, dikurangi semaksimal mungkin, dan dititikberatkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian. Karena ini calon-calon manajer nantinya," tegas Dudung. 

Perubahan Pendekatan dan Efisiensi Anggaran

Perubahan pendekatan ini sejalan dengan masukan dari berbagai pihak yang menilai komponen latihan dasar kemiliteran tidak relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan calon manajer koperasi dan berpotensi memboroskan anggaran negara .

Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengungkapkan bahwa dari total 45 hari pelatihan, sebanyak 30 hari dihabiskan untuk latihan militer, sementara substansi perkoperasian hanya mendapat porsi 15 hari . Dengan menghilangkan latihan militer, negara diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp30 juta per peserta atau dua pertiga dari total biaya pelatihan. 

Program SPPI ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak pemimpin muda yang akan mengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Gelombang pertama pelatihan diikuti oleh 35.476 peserta yang terdiri dari calon pengelola KDMP di bawah Kementerian Koperasi dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Program ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan ekonomi desa dan pesisir, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan koperasi yang profesional. 

( berbagai sumber)