![]() |
| Pencapaian produksi 300.000 unit di pabrik Karawang menjadi momentum bagi Isuzu untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur global. ( Foto: ist) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID KARAWANG — Pemerintah mendorong PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) untuk meningkatkan volume produksi hingga 500.000 unit dalam empat tahun ke depan. Dorongan tersebut disampaikan menyusul pencapaian Isuzu yang telah membukukan produksi kumulatif 300.000 unit sejak pabrik Isuzu Karawang Plant mulai beroperasi pada 2015 .
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta menyatakan pemerintah siap membantu Isuzu agar lebih banyak model maupun volume produksi diproduksi di Indonesia. Langkah ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global Isuzu.
"Saya bisa menjadi alat komunikasi Bapak untuk terus meminta jumlah produk dan tipe produk yang akan diproduksi di Isuzu Astra Indonesia. Sehingga angka 500 ribu ini sudah tidak sulit lagi untuk kita capai dan kami harapkan 3-4 tahun ke depan itu bisa diwujudkan," kata Setia di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7).
Kapasitas Produksi Masih di Bawah Optimal
Saat ini, pabrik Isuzu Karawang memiliki kapasitas produksi hingga 80.000 unit per tahun. Namun realisasi produksinya masih berada di kisaran 35.000-40.000 unit per tahun. Pemerintah berharap utilisasi fasilitas produksi tersebut dapat terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
"Kami berharap kapasitas ini atau juga produksi yang ada di Isuzu ini akan mencapai lebih baik lagi, tidak hanya mencapai 35 ribu, tapi berharap tahun-tahun mendatang mencapai 50 ribu unit per tahun," ucap Setia.
Engineering and Production Director IAMI Rodko Purba mengakui target 500.000 unit dari Kemenperin masih sangat bergantung pada kondisi pasar kendaraan niaga. Dengan produksi saat ini, target tersebut diperkirakan dapat dicapai dalam empat hingga lima tahun jika permintaan terus tumbuh.
Tonggak Produksi 300.000 Unit
Pencapaian produksi 300.000 unit kendaraan di Isuzu Karawang Plant menjadi tonggak penting bagi Isuzu di Indonesia. Presiden Direktur IAMI Masayasu Hideshima menyatakan capaian ini merupakan bukti peningkatan kemampuan manufaktur Indonesia.
"Hari ini, kita tidak hanya merayakan sebuah angka, tetapi juga sebuah tonggak penting dalam perjalanan perusahaan, yaitu pencapaian produksi 300.000 unit kendaraan. Prestasi ini merupakan bukti nyata kekuatan Isuzu Karawang Plant sekaligus cerminan pertumbuhan industri otomotif Indonesia," kata Hideshima.
Dari total produksi 300.000 unit, komposisi terbesar berasal dari Isuzu ELF dan Isuzu Traga yang masing-masing menyumbang sekitar 40 persen, sementara Isuzu GIGA dan model lainnya mencakup 20 persen.
Basis Ekspor ke 25 Negara
Sejak memulai ekspor pada 2019, Isuzu Karawang Plant telah mengirimkan sekitar 40.500 unit kendaraan ke 25 negara. Pasar ekspor tersebut meliputi negara-negara di kawasan ASEAN, Timur Tengah, Amerika Tengah, hingga Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.
Hideshima menegaskan Isuzu akan terus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi strategis perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor dari pabrik Karawang.
"Kami akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperbesar kontribusi ekspor, serta menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan di Indonesia maupun pasar global," ujar Hideshima.
Investasi dan Kandungan Lokal
Isuzu telah menggelontorkan investasi lebih dari Rp 2 triliun untuk pembangunan dan pengembangan fasilitas produksi di Karawang sejak 2013. Perusahaan terus menambah investasi setiap tahun untuk meningkatkan efisiensi dan otomasi produksi.
Saat ini, pabrik Isuzu Karawang mempekerjakan 884 karyawan, belum termasuk keterlibatan vendor lokal . Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk Isuzu mencapai 46,45 persen untuk Isuzu Traga, 33,04 persen untuk Isuzu ELF, dan 38,07 persen untuk Isuzu GIGA.
Penjualan dan Kinerja Ekspor Nasional
Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Isuzu di Tanah Air pada semester pertama 2026 mencapai 13.430 unit, naik 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu . Realisasi produksi Isuzu untuk domestik dan ekspor pada periode yang sama mencapai 16.329 unit, tumbuh 2,6 persen.
Secara nasional, ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) hingga Juni 2026 mencapai 251.705 unit, tumbuh sekitar 7,7 persen dibandingkan semester I 2025 . Peningkatan produksi Isuzu diharapkan dapat memperkuat kontribusi terhadap kinerja ekspor otomotif nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.
( berbagai sumber)
