Editor: A. Rayyan K
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Upacara Prasetya Perwira (Praspa)
TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pesan tegas kepada 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang baru dilantik agar siap menghadapi ancaman keamanan masa depan dengan menguasai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi siber, teknologi nirawak, hingga bahasa asing.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia kini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu.
"Saudara-saudara, sebagai generasi penerus adalah garda terdepan untuk meraih cita-cita kita, menjaga bangsa dan negara. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem cyber, teknologi nirawak, dan bahasa asing," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi hanya berbentuk agresi militer. Perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai bentuk ancaman baru yang harus diantisipasi oleh aparat pertahanan dan keamanan.
"Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Persaingan antara negara semakin ketat. Ancaman tidak lagi hanya datang dari senjata. Ancaman datang melalui perang siber, perang informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui infiltrasi budaya," ujar Prabowo.
Karena itu, Presiden RI menilai setiap perwira TNI dan Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kemampuan kepemimpinan, karakter, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.
Selain penguasaan teknologi, Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian nasional di berbagai sektor strategis agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
"Karena itu, Indonesia harus kuat. Kita harus mandiri. Mandiri dalam pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, dan ilmu pengetahuan," kata Kepala Negara.
Menurut Prabowo, perwira muda merupakan generasi penerus yang akan menjadi ujung tombak menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, mereka dituntut memiliki kemampuan yang relevan dengan tantangan zaman. "TNI dan Polri harus kuat. TNI dan Polri harus profesional. TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia," ucapnya.
Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo secara resmi melantik 1.177 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi perwira remaja. Mereka terdiri atas 512 perwira TNI Angkatan Darat, 229 perwira TNI Angkatan Laut, 154 perwira TNI Angkatan Udara, dan 282 perwira Polri.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menyematkan tanda pangkat kepada empat penerima penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik, yakni Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer, Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut, Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari Akademi Angkatan Udara, serta Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akademi Kepolisian.
Prabowo berharap seluruh perwira remaja mampu menjadi pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global tanpa meninggalkan nilai pengabdian, integritas, dan loyalitas kepada bangsa serta negara.
(Sumber: Sekretariat Presiden)