Riset 12 Tahun Ungkap Tinggal di Lingkungan Banyak Pohon Bisa Turunkan Risiko Depresi pada Lansia

Dua orang wanita yang sudah lanjut usia (lansia) sedang bercengkerama. (Foto ilustrasi: Pexels)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID -- Lingkungan tempat tinggal ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia). Sebuah studi jangka panjang di Australia mengungkap bahwa tinggal di kawasan yang dipenuhi pepohonan dapat membantu mengurangi risiko depresi seiring bertambahnya usia.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders 2026 dan menyoroti pentingnya ruang hijau sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang mendukung penuaan sehat. Penelitian ini dipimpin oleh Center for Healthy Brain Ageing (CHeBA) di Universitas New South Wales, Australia, bekerja sama dengan Australian Catholic University.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis CHeBA, para peneliti menyebut keberadaan kanopi pohon di lingkungan permukiman berpotensi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kesehatan mental lansia.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1.000 warga Australia berusia 70 hingga 90 tahun yang dipantau selama periode hingga 12 tahun. Para peneliti kemudian menganalisis hubungan antara kondisi lingkungan tempat tinggal dengan perkembangan gejala depresi para peserta.

Hasilnya menunjukkan bahwa lansia yang tinggal di kawasan dengan kanopi pohon lebih luas cenderung mengalami gejala depresi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan minim pepohonan.

Kanopi Pohon Jadi Faktor Paling Konsisten

Dalam penelitian itu, para ilmuwan mengevaluasi berbagai karakteristik lingkungan, mulai dari keberadaan pepohonan, luas taman, akses menuju laut, sungai, dan danau, kedekatan dengan fasilitas umum, hingga paparan polusi udara.

Namun, setelah memperhitungkan seluruh faktor tersebut secara bersamaan, hanya paparan jangka panjang terhadap kanopi pohon yang menunjukkan hubungan konsisten dengan penurunan gejala depresi.

Sebaliknya, keberadaan taman, ruang biru seperti pantai dan danau, akses layanan publik, maupun tingkat polusi udara yang relatif rendah tidak menunjukkan dampak yang konsisten terhadap kesehatan mental para lansia.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kualitas vegetasi, khususnya pepohonan yang menaungi kawasan permukiman, memiliki manfaat lebih besar daripada sekadar keberadaan ruang terbuka hijau.

Penting untuk Perencanaan Kota

Para peneliti menilai hasil studi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan perencana kota dalam membangun lingkungan yang lebih sehat, khususnya bagi populasi yang menua.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mencatat bahwa depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling banyak dialami kelompok usia lanjut. Secara global, hampir satu dari lima orang berusia di atas 60 tahun mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk depresi.

Karena itu, menghadirkan lebih banyak pepohonan di kawasan permukiman dinilai tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental masyarakat.

(Berbagai Sumber)