Editor: Damar Pratama
Pelatih tim nasional (timnas) Italia Roberto Mancini memberi arahan kepada para pemainnya. (Foto: Reuters/Jennifer L)
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Roberto Mancini memasang target tinggi setelah resmi kembali menangani tim nasional (timnas) Italia untuk periode kedua. Pelatih berusia 61 tahun itu bertekad membawa Gli Azzurri kembali meraih gelar bergengsi sekaligus mengembalikan kejayaan sepak bola Italia di level internasional.
Mancini mengungkapkan optimismenya usai menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Ia berharap masa jabatan keduanya mampu menghadirkan trofi sekaligus membuka peluang bertahan lebih lama sebagai pelatih timnas.
"Kami menandatangani kontrak selama empat tahun. Saya berharap bisa memenangkan satu trofi penting, atau bahkan dua, lalu tetap bertahan lebih lama bila memungkinkan," ujar Mancini, seperti dikutip dari laman resmi FIGC, Kamis (30/7/2026).
Kembalinya Mancini membawa harapan baru bagi publik sepak bola Italia yang tengah menantikan kebangkitan Gli Azzurri. Dalam beberapa tahun terakhir, Italia mengalami masa sulit setelah gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun dan belum lagi mengangkat trofi turnamen besar sejak menjuarai Euro 2020 di bawah arahan Mancini.
Pada periode pertamanya, Mancini menangani Italia sejak 2018 hingga 2023. Di bawah kepemimpinannya, Gli Azzurri mencatat rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan, sebuah pencapaian yang baru berhasil dilampaui Spanyol pada tahun ini.
JANGAN TERLEWATKAN Roberto Mancini Resmi Kembali Tangani Timnas Italia, Claudio Ranieri Ditunjuk Jadi Direktur Teknik
Meski demikian, Mancini menyadari dirinya masih harus merebut kembali kepercayaan para pendukung. Keputusannya meninggalkan Italia pada 2023 untuk menerima tawaran melatih Arab Saudi sempat memicu kritik dari banyak pihak.
"Saya akan berusaha membuat tim Italia tampil begitu indah dan bermain sangat baik sehingga para suporter kembali jatuh cinta kepada tim itu, dan mungkin memaafkan saya atas apa yang terjadi. Itulah harapan saya," kata Mancini.
Selain membangun kembali hubungan dengan suporter, Mancini juga ingin mengembalikan tradisi Italia sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Ia meyakini negaranya masih memiliki banyak pemain bertalenta yang mampu bersaing di level tertinggi.
Karena itu, mantan pelatih Manchester City tersebut meminta klub-klub di Serie A lebih berani memberikan kesempatan kepada pemain muda agar proses regenerasi berjalan maksimal.
Mancini juga mengungkapkan dua misi yang menjadi prioritasnya selama memimpin Gli Azzurri.
"Ada dua hal yang paling saya inginkan. Pertama, membuat para pendukung Italia kembali jatuh cinta kepada tim nasional. Kedua, memastikan anak-anak seperti keponakan saya yang berusia 12 tahun, yang belum pernah melihat Italia bermain di Piala Dunia, akhirnya mendapat kesempatan untuk menyaksikannya," ujar Mancini.
Penunjukan kembali Mancini terjadi setelah FIGC membatalkan rencana mengangkat Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala. Proses tersebut terhenti menyusul polemik yang berkaitan dengan hubungan Pirlo dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia, yang juga berujung pada pengunduran diri Paolo Maldini dan Leonardo dari jabatan mereka di FIGC.
Bersamaan dengan kembalinya Mancini, Presiden FIGC Giovanni Malago turut menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik. Pelatih senior berusia 74 tahun itu akan bertugas mengawasi operasional teknis serta pengembangan sepak bola elite di seluruh jenjang tim nasional Italia.
Mancini dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya pada periode kedua saat Italia menghadapi Belgia dalam ajang UEFA Nations League di Roma pada 25 September. Setelah itu, Gli Azzurri akan menjamu Turki di Bologna pada 5 Oktober.
"Itu akan menjadi pertandingan yang penting. Kami akan langsung mengetahui sejauh mana kekuatan kami dan area yang masih perlu diperbaiki. Bagaimanapun, grup itu akan sulit. Sulit bagi kami, tetapi juga akan sulit bagi tim-tim lainnya," kata Mancini menandaskan.
(Sumber: FIGC)