Tragedi Ledakan Rumah Mewah di Medan Tewaskan Majikan, ART, dan Babysitter, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab

Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, bertambah menjadi tiga orang. Korban terakhir berhasil dievakuasi pada Selasa (21/7/2026) petang setelah proses pencarian yang berlangsung selama beberapa jam. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID, MEDAN -- Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, bertambah menjadi tiga orang. Korban terakhir berhasil dievakuasi pada Selasa (21/7/2026) petang setelah proses pencarian yang berlangsung selama beberapa jam.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan.

"Tepat pukul 18.00 WIB, korban terakhir sudah dapat dievakuasi. Saat ini dibawa ke rumah sakit," ujar Jean Calvijn, dikutip dari keterangan kepolisian, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan data kepolisian, tiga korban meninggal dunia adalah Jesika yang merupakan istri pemilik rumah, serta dua pekerja rumah tangga bernama Ros dan Sinta yang diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan babysitter.

Sementara itu, empat orang lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut. Mereka adalah seorang balita perempuan berinisial J berusia dua tahun, Hasan yang merupakan ayah dari pemilik rumah, seorang kurir bernama Yuda, serta seorang sopir yang identitasnya masih didalami.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah tanah.

"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanam," kata Jean Calvijn.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan menimbulkan ledakan yang terdengar hingga ke sekitar lokasi. Kerasnya ledakan membuat bangunan rumah mengalami kerusakan sangat parah.

Meski demikian, polisi menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung dengan melibatkan tim forensik dan pihak terkait untuk memastikan penyebab ledakan secara ilmiah.

Kesaksian warga di sekitar lokasi menggambarkan dahsyatnya ledakan tersebut. Ali, seorang tukang bangunan yang saat itu sedang bekerja di rumah sebelah, mengaku sempat terkejut mendengar suara ledakan yang sangat keras.

"Saya lagi pasang keramik. Tiba-tiba terdengar suara ledakan. Suaranya dahsyat, getarannya sangat kencang," ujarnya.

Ali mengatakan, sesaat setelah ledakan tidak terlihat kobaran api. Namun, bangunan rumah langsung runtuh akibat kuatnya tekanan ledakan. "Asbes hancur semua. Tidak ada yang gosong atau api. Setelah meledak langsung ambruk. Kerusakannya hampir 70 persen," katanya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan. Selain mengevakuasi korban, petugas juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan barang bukti yang diperlukan.

(Sumber: DetikSumut)