Trump Dorong Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Warganet Heboh

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. (Foto: X/FIFA)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Wacana yang mencuat dari laporan media AS itu langsung memicu gelombang komentar dan sindiran warganet di berbagai platform media sosial.

Mengutip laporan New York Post, Rabu (22/7/2026), Trump disebut menilai Infantino memiliki kemampuan membangun hubungan dengan berbagai negara melalui sepak bola. Kedekatan keduanya juga semakin terlihat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Seorang sumber yang mengetahui pandangan Trump menyebut Presiden AS itu menganggap Infantino sebagai figur yang dihormati secara internasional dan memiliki kemampuan menyatukan banyak pihak.

Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016. Selama masa kepemimpinannya, Piala Dunia mengalami sejumlah perubahan besar, termasuk penambahan peserta menjadi 48 tim yang mulai diterapkan pada edisi 2026.

Hubungan Trump dan Infantino beberapa kali menjadi sorotan publik sepanjang Piala Dunia 2026. Keduanya kerap tampil bersama dalam sejumlah agenda resmi, sementara Infantino juga beberapa kali memberikan apresiasi kepada Trump atas dukungannya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

Meski demikian, keinginan Trump tidak otomatis membuat Infantino menjadi calon resmi Sekjen PBB. Hingga kini belum ada pernyataan dari Infantino mengenai kemungkinan meninggalkan FIFA untuk berkarier di organisasi internasional tersebut.

Kabar tersebut justru memancing beragam reaksi di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan pengalaman diplomatik Infantino, sementara sebagian lainnya menjadikannya bahan candaan.

Berikut beberapa komentar yang ramai beredar:

"mang enak sih kalo kenal sama orang dalam pasti ujung2nya di kasih jabatan kwkwkw," tulis akun @Nippon_Sangoku.

"Kok bisa orang yang ngurus sepak bola lompat jadi calon sekjen PBB. CV-nya lewat jalur VIP kali ya. Nepotisme yang sebenarnya," komentar @kursipojokatas.

"Apakah ini yang bikin si Infantino nyabut hukuman kartu merah si Balogun? Kan kita enggak tahu isi percakapan di telepon janjiin apa," tulis @adjiecation.

"bener-bener mirip suatu presiden yang milih orang berdasarkan kedekatan bukan kemampuan. Yang penting bagi-bagi jabatan dulu," ujar @Ifaturrohman.

"Makin ngaco. Dia bikin BoP katanya buat tandingan PBB, sekarang PBB juga mau dimasukin orang-orang dia. Entah apa jadinya dunia ini," tulis @tanpatandabukti.

Komentar lain juga bermunculan.

"Besok-besok mungkin pelatih sepak bola bisa jadi menteri luar negeri," sindir akun @footballwatch.

"Kalau FIFA saja penuh drama, bagaimana nanti mengurus konflik dunia?" tulis @globalobserver.

"Ini terdengar seperti plot film, bukan berita politik internasional," komentar @worldcitizen.

Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial menilai belum ada alasan untuk berspekulasi terlalu jauh karena proses pemilihan Sekjen PBB sangat panjang dan melibatkan banyak negara.

Sebagai informasi, masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres akan berakhir pada 31 Desember 2026. Penggantinya dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Januari 2027.

Proses pemilihan Sekjen PBB tidak dilakukan secara langsung. Dewan Keamanan PBB yang terdiri atas 15 negara harus lebih dulu merekomendasikan satu nama kepada Majelis Umum PBB. Lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis, memiliki hak veto yang dapat menggagalkan pencalonan siapa pun.

Selain itu, sejumlah negara anggota PBB juga terus mendorong agar organisasi tersebut untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang perempuan, dengan tetap mempertimbangkan prinsip rotasi kawasan dalam pemilihan Sekjen berikutnya.

(Berbagai Sumber)