GEBRAK.ID, JAKARTA -- Tyson Fury kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu petinju terbaik dunia. Mantan juara dunia kelas berat asal Inggris itu sukses merebut sabuk World Boxing Council (WBC) METTA Humanitarian setelah menaklukkan Mariusz Wach dalam pertarungan yang digelar di Stadion Maz Muay Thai, Pattaya, Thailand, Jumat (24/7/2026) malam.
Kemenangan tersebut bukan hanya menambah koleksi gelar Fury, tetapi juga membuka peluang semakin besar untuk mewujudkan duel bergengsi melawan sesama petinju Inggris, Anthony Joshua.
Berdasarkan laporan resmi WBC, Fury tampil dominan sejak ronde pertama. Ia terus melancarkan kombinasi pukulan ke arah kepala dan tubuh lawannya hingga kubu Wach memutuskan menghentikan pertandingan setelah ronde ketujuh berakhir.
"Fury melancarkan kombinasi pukulan yang kuat sepanjang pertandingan, menghantam tubuh dan kepala lawan hingga kubu Wach memutuskan menghentikan pertarungan di akhir ronde ketujuh," tulis WBC dalam laporan resminya.
Sejak bel pembuka dibunyikan, Fury langsung mengendalikan jalannya laga. Gerakan tipuan khasnya dipadukan dengan jab cepat membuat Wach kesulitan mengembangkan permainan.
Memasuki ronde kedua, petinju asal Polandia itu sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, mobilitas dan kecepatan Fury kembali membuat lawannya kehilangan ritme.
Dominasi Fury semakin terlihat mulai ronde ketiga. Mantan pemegang gelar WBC, WBA Super, IBF, WBO, dan IBO itu terus melancarkan pukulan bertubi-tubi ke arah kepala dan tubuh Wach.
Pada ronde kelima, Fury beberapa kali memaksa Wach terdesak ke tali ring melalui kombinasi uppercut keras dan jab akurat yang membuat lawannya terus berada dalam tekanan.
JANGAN TERLEWATKAN Bukan Sekadar Duel Tinju, Tyson Fury dan Mariusz Wach Perebutkan Sabuk Kemanusiaan WBC METTA
Tekanan semakin meningkat di ronde keenam dan ketujuh. Meski Wach masih mampu bertahan dan menunjukkan daya juang tinggi, tim pelatih akhirnya memilih menghentikan pertandingan demi keselamatan petinju mereka sebelum ronde kedelapan dimulai.
Hasil tersebut membuat Fury membawa pulang sabuk WBC METTA Humanitarian sekaligus memperbaiki catatan karier profesionalnya menjadi 36 kemenangan, termasuk 25 kemenangan melalui knockout (KO), dua kekalahan, dan satu hasil imbang.
Di sisi lain, Mariusz Wach kini mencatatkan rekor 39 kemenangan, dengan 20 di antaranya diraih lewat KO, serta 14 kali menelan kekalahan.
Usai kemenangan tersebut, perhatian dunia tinju kini tertuju pada peluang duel akbar antara Tyson Fury dan Anthony Joshua. Fury dijadwalkan bertolak ke Jeddah, Arab Saudi, untuk menyaksikan laga Anthony Joshua menghadapi Kristian Prenga yang menjadi bagian dari persiapannya menuju pertarungan besar berikutnya.
Apabila Joshua juga mampu meraih kemenangan, peluang terciptanya laga impian sesama petinju Inggris itu diperkirakan semakin terbuka dan menjadi salah satu duel paling dinantikan pencinta tinju dunia.
(Sumber: WBC)
