Joan Mir Merasa Kurang Dihargai meski Pernah Juara Dunia MotoGP

joan mir 36 honda

Joan Mir merasa gelar juara dunia MotoGP 2020 bersama Suzuki kurang dihargai meski berhasil mencetak sejarah. (Foto: MotoGP)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Joan Mir merasa pencapaiannya sebagai juara dunia MotoGP 2020 belum mendapat penghargaan yang layak. Pembalap Honda itu bahkan mempertanyakan anggapan bahwa gelarnya tidak terlalu istimewa karena diraih bersama Suzuki.

Mir merebut gelar juara dunia MotoGP pada 2020 ketika masih membela Suzuki. Musim tersebut berlangsung dalam situasi pandemi Covid-19 dan hanya menggelar 14 seri.

Pembalap asal Spanyol itu memang hanya meraih satu kemenangan, yakni pada Grand Prix Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo. Namun, konsistensi menjadi kunci keberhasilannya. Mir enam kali naik podium, termasuk tiga kali finis sebagai runner-up.

Dengan torehan 171 poin, Mir mengakhiri musim di puncak klasemen. Ia unggul 13 poin atas Franco Morbidelli yang menempati posisi kedua, sementara rekan setimnya, Alex Rins, berada di peringkat ketiga dengan 139 poin.

Kesuksesan tersebut terasa semakin spesial karena Suzuki ketika itu sudah lebih dari dua dekade tidak memenangi gelar juara dunia MotoGP.

“Aku tidak tahu apakah orang-orang berpikir bahwa aku balapan sendirian di tahun itu, atau apakah jika Anda tidak juara dengan motor Honda, Yamaha, atau Ducati, maka Anda tidak dianggap penting,” ujar Mir kepada Moto.it, Kamis (13/8/2026).

Menurut Mir, keberhasilannya bersama Suzuki justru merupakan tantangan yang sangat besar. Ia sengaja memilih target yang belum pernah dicapai pembalap lain bersama pabrikan tersebut.

“Saat aku bergabung dengan Suzuki, aku menyukai tantangan juara dengan Suzuki, yang tidak memenangi titel juara dunia selama lebih dari 20 tahun,” kata Mir. “Aku ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapapun: dan orang-orang, rupanya, tidak terlalu menghargai kemenangan itu, padahal itu mengesankan.”

Karier Mir kemudian mengalami penurunan setelah mencapai puncak pada 2020. Ia masih mampu finis di posisi ketiga pada MotoGP 2021 sebelum Suzuki meninggalkan kompetisi pada akhir musim 2022.

Pada musim terakhirnya bersama Suzuki, Mir hanya menempati posisi ke-15 klasemen. Ia kemudian bergabung dengan Honda dan menghadapi periode yang jauh lebih sulit.

Bersama Honda, Mir finis di posisi ke-22 pada 2023, kemudian ke-21 pada 2024 dan ke-15 pada musim berikutnya. Sementara pada MotoGP 2026, Mir masih berada di posisi ke-18 klasemen sementara.

Meski performanya menurun dalam beberapa musim terakhir, Mir tetap tercatat sebagai juara dunia MotoGP yang berhasil membawa Suzuki meraih gelar di era modern.

Prestasi itu juga membuatnya menjadi satu-satunya juara dunia MotoGP di luar tiga pabrikan besar, Honda, Yamaha, dan Ducati. Rekor tersebut berpeluang berubah jika Jorge Martin atau Marco Bezzecchi mampu mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen MotoGP 2026 bersama Aprilia.

(Sumber: MotoGP)