![]() |
| Karhutla di Kalimantan Tengah belum terkendali. Asap pekat mengganggu warga, luas lahan terbakar capai 3.069 hektare. (Foto: tangkapan layar) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian serius. Dimulai sejak awal Juli hingga akhir Juli 2026, api di sejumlah titik, terutama di Kabupaten Pulang Pisau, belum sepenuhnya berhasil dipadamkan sehingga memicu kabut asap tebal yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Pulang Pisau. Asap pekat yang menyelimuti ruas jalan menurunkan jarak pandang pengendara secara signifikan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kendaraan harus melaju perlahan karena kondisi jalan tertutup asap.
Luas Karhutla Sudah Melebihi 3.000 Hektare
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total luas lahan yang terbakar di Kalimantan Tengah telah mencapai sekitar 3.069,52 hektare.
Sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang memang sangat rentan terbakar saat musim kemarau. Karakteristik gambut membuat api mudah menjalar hingga ke bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi jauh lebih sulit dibanding kebakaran hutan biasa.
Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki bentang lahan gambut yang luas. Selain Pulang Pisau, sejumlah titik panas juga terpantau di sekitar Palangka Raya dan beberapa kabupaten lainnya.
Dampak Asap Mulai Dirasakan Masyarakat
Kabut asap tidak hanya mengganggu pengguna jalan. Warga di sejumlah wilayah mulai merasakan penurunan kualitas udara yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Jarak pandang yang menurun juga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang melalui jalur darat. Jika kondisi terus memburuk, dampaknya dapat meluas hingga mengganggu aktivitas pendidikan, ekonomi, maupun transportasi udara sebagaimana pernah terjadi pada musim karhutla sebelumnya.
Penanganan Masih Terus Dilakukan
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkatkan upaya penanganan. BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai unsur terkait memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
Selain pemadaman darat, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca serta dukungan patroli udara untuk mempercepat penanganan apabila kondisi atmosfer memungkinkan. Fokus utama saat ini adalah mencegah api menjalar ke kawasan gambut yang lebih luas.
Gubernur Kalimantan Tengah juga telah meninjau langsung posko penanganan karhutla di Pulang Pisau. Pemerintah daerah menegaskan seluruh personel diminta bergerak cepat setiap kali ditemukan titik api agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
Status Siaga Darurat Ditetapkan
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat mobilisasi personel, peralatan, serta dukungan logistik selama penanganan berlangsung.
Pemerintah mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, kewaspadaan seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana kabut asap berskala besar seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
( berbagai sumber)
