Kementan Perkuat Diplomasi Peternakan, Filipina Jadikan Indonesia Mitra Pembelajaran
Delegasi Department of Agriculture Filipina Kunjungi Fasilitas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Jawa Barat
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK. ID, SUBANG–Kepercayaan dunia internasional terhadap sistem kesehatan hewan Indonesia kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini terlihat dari kunjungan Delegasi Department of Agriculture (DA) Filipina ke sejumlah fasilitas peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Barat pada 4–8 Agustus 2026.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat kerja sama bilateral sekaligus mempelajari secara mendalam ekosistem peternakan terintegrasi yang telah dibangun Indonesia. Mulai dari aspek regulasi, pengendalian penyakit, produksi vaksin, hingga pengolahan produk unggas.Selama berada di Indonesia, delegasi Filipina mengunjungi sejumlah fasilitas penting.
Di antaranya PT Vaksindo Satwa Nusantara untuk mempelajari riset dan produksi vaksin, PT Medion Farma Jaya guna melihat pengembangan farmasi veteriner dan inovasi teknologi, serta PT Bounty Segar Indonesia untuk mempelajari proses pengolahan unggas berstandar internasional.
Kunjungan juga dilakukan ke Balai Veteriner Subang dan Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma Surabaya untuk mendalami sistem surveilans penyakit, layanan laboratorium diagnostik, hingga kapasitas produksi vaksin pemerintah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Balai Besar Veteriner (BBV) Wates yang memaparkan perannya sebagai laboratorium rujukan nasional untuk avian influenza (AI). BBV Wates juga menjelaskan upaya membangun dan memperkuat jejaring laboratorium veteriner yang melibatkan laboratorium pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. Jejaring tersebut menjadi unsur penting dalam pelaksanaan monitoring dan surveilans virus AI secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pengendalian dan penanggulangan AI di Indonesia.
Kolaborasi Pemerintah, Swasta, dan Lembaga Penelitian
Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan tersebut dirancang agar delegasi Filipina memperoleh gambaran utuh mengenai sistem kesehatan hewan Indonesia.”Selama kunjungan ini, delegasi Filipina berkesempatan melihat secara langsung sistem kesehatan hewan Indonesia, industri perunggasan, rantai nilai peternakan, serta kemampuan Indonesia dalam memproduksi vaksin avian influenza,” kata Hendra, Jumat (7/8/2026).
Menurut Hendra, Indonesia terus memperkuat sistem surveilans dan investigasi penyakit hewan, penerapan biosekuriti, serta sistem kompartementalisasi sesuai standar World Organisation for Animal Health (WOAH). Pemerintah juga mendorong berkembangnya industri vaksin, farmasi veteriner, dan pengolahan produk unggas yang saling terhubung dalam satu ekosistem.
“Kami meyakini sistem kesehatan hewan dan jaminan keamanan pangan Indonesia telah memenuhi persyaratan yang berlaku di Filipina. Indonesia berkomitmen menyediakan produk peternakan yang berkualitas, aman, dan berdaya saing,” tambahnya.
Filipina: Indonesia Contoh Praktik Terbaik
Undersecretary for Livestock sekaligus Chief Veterinary Officer Republik Filipina, Constante J. Palabrica, menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan subsektor peternakan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.”Keberhasilan kami tidak hanya diukur dari indikator ekonomi, tetapi juga dari dampak positif yang kami ciptakan bagi kehidupan masyarakat. Itulah alasan kami secara aktif membangun kemitraan, termasuk melalui misi ke Indonesia ini,” ujar Palabrica.
Ia menilai Indonesia mampu menunjukkan bagaimana pemerintah, dunia usaha, peneliti, dan pelaku industri membangun sektor peternakan secara terpadu. Selama kunjungan, delegasi Filipina memperoleh gambaran menyeluruh mengenai rantai nilai peternakan, mulai dari kebijakan pemerintah, riset dan produksi vaksin, inovasi farmasi veteriner, produksi unggas komersial, pengolahan pangan, hingga kesiapsiagaan menghadapi penyakit hewan.
“Selama tiga hari terakhir, kami melihat secara utuh rantai nilai peternakan Indonesia dari awal hingga akhir. Pengalaman ini memberikan keyakinan bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, peneliti, dan mitra pembangunan, kita dapat membangun sektor peternakan yang lebih tangguh bagi kedua negara,” katanya.
Peluang Kerja Sama dan Ekspor
Kepala Balai Veteriner Subang, Putut Eko Wibowo, menyambut baik kepercayaan Pemerintah Filipina yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan pembelajaran sistem kesehatan hewan.”Kami bangga atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Filipina untuk mengunjungi fasilitas kami. Kami berharap kunjungan ini dapat mendorong penguatan kegiatan surveilans dan pemantauan penyakit pada subsektor peternakan sehingga mendukung pengendalian AI sekaligus meningkatkan produksi unggas Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Indonesia dan Filipina diharapkan dapat memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan hewan dan industri peternakan. Selain membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sinergi kedua negara juga diharapkan mampu mendukung peningkatan perdagangan produk peternakan, memperkuat pengendalian penyakit hewan, serta memberikan manfaat bagi peternak dan pelaku usaha di kedua negara.
( Sumber: kementan)
