![]() |
| BYD ungkap kronologi BYD Seal terbakar di Tol Cikampek. Pengemudi sempat merasakan anomali sebelum menepi. (Foto: tangkapan layar) |
GEBRAK.ID,JAKARTA – PT BYD Motor Indonesia membeberkan kronologi insiden kebakaran yang melibatkan mobil listrik BYD di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya setelah Gerbang Tol Cikampek Utama pada Jumat (31/7/2026) pagi. Menurut perusahaan, pengemudi sempat merasakan adanya indikasi tidak normal pada kendaraan sebelum akhirnya menghentikan mobil dan menghubungi layanan pelanggan.
Insiden tersebut menjadi perhatian publik karena kendaraan yang terbakar merupakan salah satu model kendaraan listrik premium BYD yang dipasarkan di Indonesia. Hingga saat ini, investigasi teknis masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa pengemudi awalnya mendeteksi adanya anomali ketika mobil sedang digunakan. Demi alasan keselamatan, pengemudi kemudian menepikan kendaraan dan segera menghubungi layanan pelanggan resmi BYD. Setelah itu, muncul asap yang kemudian berkembang menjadi kebakaran. BYD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BYD menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan pemilik kendaraan dan mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap unit yang terbakar. Perusahaan menegaskan investigasi masih berlangsung sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab insiden secara resmi.
Sebelumnya, video dan foto kendaraan yang terbakar beredar luas di media sosial. Mobil tersebut dilaporkan mengalami kebakaran sesaat setelah melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama 1 dengan kerusakan berat terutama pada bagian belakang kendaraan.
Pengemudi Disebut Bertindak Sesuai Prosedur Keselamatan
Pakar keselamatan kendaraan listrik menilai langkah pengemudi yang segera menepi ketika merasakan adanya gejala tidak normal merupakan tindakan yang tepat. Pada kendaraan listrik, munculnya peringatan sistem, bau tidak biasa, asap, atau indikasi gangguan kelistrikan perlu segera ditindaklanjuti dengan menghentikan kendaraan di lokasi aman dan menjauh dari kendaraan.
BYD juga mengimbau pelanggan untuk selalu melakukan pemeriksaan berkala di bengkel resmi serta segera menghubungi layanan darurat apabila menemukan gejala yang tidak biasa pada kendaraan.
Bukan Kasus Pertama, BYD Pernah Mengalami Insiden Serupa
Insiden di Tol Cikampek bukan satu-satunya kasus yang melibatkan kendaraan BYD.
Pada Mei 2025, sebuah BYD Seal di Palmerah, Jakarta Barat, dilaporkan mengeluarkan asap saat sedang terparkir di garasi rumah. BYD saat itu melakukan investigasi dan menyebut perlu pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui sumber permasalahan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Di tingkat internasional, beberapa insiden kebakaran juga pernah dilaporkan pada model BYD. Pada April 2025, sebuah BYD Seal terbakar di Bangkok, Thailand. Sementara pada Maret 2026, BYD Seal mengalami kebakaran di Hong Kong. Dalam kasus Hong Kong, hasil investigasi BYD menyebut sumber api berasal dari power bank portabel di dalam kabin dan bukan dari sistem tegangan tinggi kendaraan.
Selain itu, BYD juga pernah melakukan penarikan kembali (recall) hampir 100.000 unit kendaraan Dolphin dan Yuan Plus (Atto 3) di China pada 2024 akibat potensi risiko korsleting yang dapat memicu panas berlebih dan kebakaran pada komponen tertentu. Recall tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menghilangkan potensi bahaya keselamatan.
Investigasi Masih Berlangsung
Hingga Senin (3/8/2026), penyebab pasti kebakaran BYD Seal di Tol Cikampek masih belum diumumkan secara resmi. BYD menegaskan investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk memperoleh data teknis yang akurat sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.
Kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan kendaraan listrik. Meski berbagai studi menunjukkan risiko kebakaran kendaraan listrik secara statistik tidak selalu lebih tinggi dibanding kendaraan berbahan bakar fosil, setiap insiden tetap memerlukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebabnya dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
(berbagai sumber)
