Persija Vs Persib Kembali ke Jakarta, Derbi Indonesia Bisa Ditonton Langsung

Persija vs Persib kembali digelar di SUGBK Jakarta pada 12 September 2026 dengan penonton. Suporter tandang kemungkinan dibatasi.

Suporter Persija

Suporter klub sepak bola Persija Jakarta memberikan dukungan. (Foto: Persija Jakarta)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA — Kabar yang ditunggu-tunggu pencinta sepak bola akhirnya datang. Duel panas Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada Super League 2026/2027 dipastikan kembali berlangsung di Jakarta dengan kehadiran penonton.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus memastikan laga yang mempertemukan dua rival besar tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 15.30 WIB.

“Iya, di Jakarta,” kata Ferry saat ditemui awak media di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ketika ditanya apakah pertandingan dapat dihadiri penonton, Ferry memberikan jawaban tegas. “Dengan penonton, dong. Pakai penonton,” ujarnya.

Kepastian tersebut menjadi kabar menarik karena duel Persija dan Persib sempat menghadapi kendala venue pada musim sebelumnya.

Laga kandang Persija melawan Persib musim lalu tidak memperoleh izin untuk berlangsung di Jakarta sehingga operator memindahkannya ke Stadion Segiri, Samarinda. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Persib Bandung 2-1.

Kini, I.League kembali menempatkan duel bertajuk Derbi Indonesia itu di ibu kota. Pertemuan Persija dan Persib di Jakarta terakhir kali berlangsung pada Juli 2019 di SUGBK dan berakhir imbang 1-1.

Meski penonton dapat hadir, Ferry memberikan catatan penting mengenai suporter tim tamu. Mengingat tingginya rivalitas kedua klub, kemungkinan besar suporter Persib tidak mendapatkan alokasi untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di SUGBK.

Kebijakan tersebut sejalan dengan aturan baru mengenai suporter tandang yang akan diterapkan I.League. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi, operator masih dapat membatasi atau melarang kehadiran suporter tim tamu.

Ferry sebelumnya menjelaskan bahwa pertandingan dengan rivalitas tinggi, seperti Persija melawan Persib maupun Arema FC melawan Persebaya Surabaya, dapat memperoleh perlakuan khusus.

“Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian,” tegas Ferry.

Jadwal pekan kedua yang mempertemukan Persija dan Persib juga tidak muncul secara kebetulan. I.League menyusun kalender kompetisi dengan mempertimbangkan permintaan klub, termasuk permintaan Persija.

Menurut Ferry, sistem tersebut mengadopsi mekanisme yang digunakan sejumlah kompetisi besar dunia seperti Premier League dan J.League.

“Semua penjadwalan yang kami lakukan pada tahun ini menggunakan sistem yang diadopsi dari kompetisi besar seperti Premier League, J.League, dan kompetisi besar lainnya,” jelasnya.

Klub sebelumnya dapat menyampaikan berbagai permintaan terkait kalender pertandingan. I.League kemudian menyusun prioritas berdasarkan tingkat kepentingan sebelum menetapkan jadwal final.

“Ya, tentunya nggak semua, katakanlah ada permintaan ada 20, 30, 10, 5, nggak mungkin semua kita bisa akomodasi. Tetapi kita menggarisbawahi permintaan-permintaan berdasarkan skala prioritas, nomor satu apa, nomor dua apa,” kata Ferry.

Sebelum bentrok di SUGBK, kedua tim akan menjalani pertandingan pembuka Super League 2026/2027. Persija dijadwalkan bertandang menghadapi Borneo pada 5 September 2026, sedangkan Persib akan menjamu PSM Makassar sehari kemudian.

Dengan demikian, perhatian publik sepak bola Indonesia kini mulai tertuju pada 12 September 2026. Setelah beberapa tahun harus menghadapi persoalan venue dan pembatasan penonton, Persija vs Persib akhirnya kembali ke Jakarta dengan atmosfer SUGBK yang dipastikan bisa dihadiri penonton.

(Sumber: I.League)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *