Editor: A. Rayyan K
Pembukaan ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang berlangsung di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1-5 Agustus 2026. (Foto: PBTI)
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Medali emas yang diraih Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy pada ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 menjadi modal berharga untuk menatap target yang lebih besar. Atlet taekwondo Indonesia itu kini semakin mantap membidik tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Hafizh menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi tim Merah Putih pada nomor recognized under 30 dalam kejuaraan bergengsi yang berlangsung di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1-5 Agustus 2026.
Menurut Hafizh, Indonesia Open 2026 memiliki arti penting karena selain mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara, turnamen ini juga menjadi ajang pengumpulan poin peringkat dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Kejuaraan ini sangat bagus karena merupakan ajang perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028, dan sebagai atlet tentu saya berharap bisa tampil di sana," kata Hafizh di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Hafizh mengaku sangat antusias mengikuti turnamen berstatus World Taekwondo G2 tersebut. Persaingan yang dihadapi dinilai sangat ketat karena diikuti para atlet terbaik dari kawasan Asia. "Ini pengalaman penting bagi saya karena Indonesia Open ini sangat kompetitif," ujarnya.
Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 diikuti ratusan atlet dari 36 negara. Ajang ini menjadi salah satu turnamen taekwondo internasional terbesar yang pernah digelar di Indonesia sekaligus menyediakan poin penting dalam perburuan tiket menuju Olimpiade 2028.
Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan 31 atlet pelatnas yang terdiri atas 20 atlet nomor kyorugi dan 11 atlet nomor poomsae.
Memasuki hari kedua penyelenggaraan, kontingen Merah Putih tampil impresif dengan mengoleksi enam medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan, penyelenggaraan Indonesia Open 2026 merupakan bagian dari strategi pembinaan prestasi jangka panjang untuk mengantarkan atlet Indonesia kembali tampil di Olimpiade.
Menurut Richard, turnamen berstatus World Taekwondo G2 ini memiliki nilai strategis karena menyediakan poin peringkat dunia yang dibutuhkan atlet dalam proses kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah kejuaraan taekwondo di Indonesia karena setelah hampir dua dekade, akhirnya Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan taekwondo sebesar ini," ujar Richard.
Richard juga mengungkapkan Indonesia berhasil menjadi tuan rumah setelah memenangi proses bidding melawan Malaysia dan India. Kehadiran peserta dari Asia, Eropa, hingga Australia menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia menyelenggarakan event olahraga internasional.
Selain menjadi arena perebutan poin dunia, Indonesia Open 2026 juga dimanfaatkan PBTI untuk mengukur kesiapan atlet nasional, termasuk tiga atlet yang diproyeksikan tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
(Sumber: PBTI)