Barcelona Sudah Move On dari Julian Alvarez, Raphinha Jadi Solusi Mengejutkan

yamal dan rapinha barcelona

Raphinha (kanan) merayakan gol dengan Lamine Yamal setelah saat Barcelona melawan Feyenoord dalam laga fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Camp Nou pada Kamis (10/9/2026) WIB. (Foto: UEFA.com)

GEBRAK.ID — Barcelona memastikan tidak lagi mengejar penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, setelah upaya mendatangkan striker asal Argentina itu gagal pada bursa transfer musim panas 2026.

Direktur olahraga Barcelona, Deco, mengatakan klub kini memilih fokus kepada pemain yang tersedia di skuad Hansi Flick. Alvarez, menurut dia, sudah menjadi bagian dari masa lalu Barcelona.

“Julian Alvarez adalah masa lalu. Kami harus melihat ke depan dan kami bahagia. Saya berharap yang terbaik baginya dan dia bisa membantu klubnya,” kata Deco dalam Portugal Football Summit, seperti dikutip AS, Jumat (25/9/2026).

Barcelona sebelumnya menjadikan Alvarez sebagai salah satu target utama setelah Robert Lewandowski meninggalkan klub dan melanjutkan karier di Major League Soccer (MLS). Deco mengakui karakter Alvarez sesuai dengan striker yang mereka cari.

“Ide kami selalu mendatangkan penyerang dengan pergerakan yang bagus dan kemampuan untuk terhubung dengan pemain lain, dan Julian adalah salah satu pemain seperti itu,” ujar Deco.

Namun, Atletico Madrid sejak awal menutup pintu negosiasi. Presiden Atletico Madrid Miguel Angel Gil Marin bahkan menegaskan klubnya tidak akan menjual Alvarez kepada Barcelona.

Reuters melaporkan Atletico menyatakan tidak akan mempertimbangkan transfer tersebut setelah Barcelona secara terbuka menyatakan ketertarikannya.

“Kami sudah mengajukan tawaran, tetapi klubnya selalu mengatakan mereka tidak akan menjualnya. Jadi, kami harus mencari solusi lain,” kata Deco.

Barcelona juga sempat mempertimbangkan kapten Inter Milan, Lautaro Martinez. Namun, rencana itu langsung dihentikan setelah Inter menyatakan penyerang Argentina tersebut tidak tersedia untuk transfer.

“Pada satu titik, di antara para striker yang kami pertimbangkan, Lautaro adalah salah satunya. Begitu klubnya mengatakan kepada kami bahwa dia tidak tersedia, kami bahkan tidak mencoba atau membahasnya lebih lanjut,” jelas Deco.

Barcelona kemudian mendatangkan Gabriel Jesus sebagai opsi tambahan. Namun, solusi utama justru muncul dari perubahan posisi Raphinha.

Hansi Flick menggeser pemain asal Brasil itu dari posisi sayap ke penyerang tengah. Keputusan tersebut sejauh ini memberikan hasil spektakuler.

Raphinha mencetak dua hattrick secara beruntun dan telah mengoleksi 14 gol dalam delapan pertandingan resmi Barcelona pada awal musim 2026/2027. Sebanyak 12 gol di antaranya tercipta di LaLiga Spanyol.

Catatan tersebut bahkan menjadi awal musim tersubur seorang pemain dalam delapan pertandingan pertama sepanjang sejarah Barcelona, melewati rekor César Rodríguez yang mencetak 13 gol pada musim 1948/1949.

“Yang lebih penting adalah kami menemukan sisi baru dari Raphinha. Namun, yang lebih penting adalah dia juga bahagia,” kata Deco.

Raphinha juga sudah membawa Barcelona meraih awal sempurna di kompetisi resmi. Kemenangan 3-1 atas Sevilla pada 19 September 2026 menjadi kemenangan kedelapan Barcelona dari delapan pertandingan musim ini.

Dalam laga tersebut, Raphinha mencetak tiga gol dan membawa koleksinya di LaLiga menjadi 12 gol dari tujuh pertandingan.

Situasi tersebut membuat Barcelona kini tidak lagi terlalu bergantung pada kegagalan mendapatkan Alvarez. Solusi yang awalnya muncul sebagai eksperimen justru berkembang menjadi salah satu kekuatan utama tim asuhan Hansi Flick.

(Damar Pratama/Berbagai Sumber)