Khaldoon Al Mubarak Tegaskan Man City tak Bersalah, Perjuangan Lawan 114 Dakwaan Berlanjut
Bos Manchester City Khaldoon Al Mubarak menyatakan klubnya tetap yakin tidak bersalah dalam kasus dugaan pelanggaran regulasi finansial Premier League yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. (Foto: Manchester City)
GEBRAK.ID — Bos Manchester City Khaldoon Al Mubarak menyatakan klubnya tetap yakin tidak bersalah dalam kasus dugaan pelanggaran regulasi finansial Premier League yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sikap tersebut disampaikan Al Mubarak setelah muncul laporan bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan terkait aturan finansial Premier League. Namun, pihak klub menegaskan proses hukum tersebut belum berakhir dan masih terdapat sejumlah tahapan penting yang harus diselesaikan.
Dalam surat kepada para pendukung Manchester City yang dipublikasikan melalui situs resmi klub, Al Mubarak menyatakan keyakinan dan tekad klub untuk membuktikan posisinya tidak berubah.
“Proses di Premier League masih panjang, dan keyakinan serta tekad kami untuk membuktikan bahwa Klub tidak bersalah tetap sama kuatnya seperti saat masalah ini bermula,” kata Al Mubarak, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Al Mubarak, sebenarnya ada banyak hal yang ingin ia jelaskan kepada publik mengenai alasan Manchester City begitu yakin terhadap posisinya. Namun, aturan kerahasiaan dalam proses hukum membuat klub belum dapat membuka seluruh informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Ia juga mengatakan setiap pernyataan yang disampaikan klub telah melalui pemeriksaan hukum. Langkah itu dilakukan agar komunikasi Manchester City tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama proses berlangsung.
“Saya meminta Anda untuk membaca dengan cermat pernyataan di bawah ini—yang kami sampaikan pada hari Jumat—serta pernyataan yang kami keluarkan pada bulan Februari 2023. Setiap kata di dalamnya memiliki makna penting dan sepenuhnya benar,” tulis Al Mubarak.
Manchester City melalui pernyataan resminya pada Jumat (25/9/2026) juga menegaskan bahwa proses yang melibatkan Premier League masih berlangsung. Klub menyebut terdapat sejumlah aspek penting yang belum selesai dan semuanya berada di bawah ketentuan kerahasiaan yang ketat.
“Proses yang melibatkan Premier League masih terus berjalan, dengan sejumlah aspek penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada ketentuan kerahasiaan yang ketat,” demikian pernyataan Manchester City.
Kasus ini bermula ketika Premier League mengajukan 115 dugaan pelanggaran aturan finansial terhadap Manchester City pada Februari 2023. Klub kemudian menyatakan akan menghadapi proses tersebut dan memberikan bukti untuk mendukung posisinya.
Al Mubarak juga kembali menekankan bahwa Manchester City selama delapan tahun telah menghormati prosedur yang berlaku. Klub, menurut dia, menjalani proses tersebut dengan keyakinan bahwa jajaran Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, imparsial, dan adil.
Di sisi lain, laporan Reuters menyebut Manchester City berencana mengajukan banding terhadap 114 pelanggaran yang dilaporkan tersebut. Al Mubarak mengatakan klub tetap percaya diri menghadapi tahapan berikutnya.
Kasus ini masih menjadi salah satu persoalan hukum paling besar yang dihadapi Manchester City. Dengan proses yang belum sepenuhnya selesai, klub kini memilih mempertahankan sikap yang sama: menghormati proses sekaligus terus berupaya membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.
(A. Rayyan K/Sumber: Manchester City)
