Real Madrid Serang Balik Javier Tebas, Minta LaLiga Dipimpin Sosok Netral
Real Madrid menyerang balik Javier Tebas dan meminta LaLiga dipimpin sosok baru yang menjunjung prinsip netralitas. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID — Real Madrid merespons keras pernyataan Presiden LaLiga Javier Tebas yang mengkritik klub tersebut setelah kekalahan dari Atlético Madrid. Los Blancos bahkan meminta sepak bola profesional Spanyol memiliki pemimpin baru yang menjunjung prinsip netralitas.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Real Madrid pada Selasa (22/9/2026), klub menyebut penggunaan posisi institusional oleh Tebas untuk menyerang dan mendiskreditkan Real Madrid sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
“Klub kami menganggap tidak dapat ditoleransi bahwa presiden LaLiga menggunakan jabatan institusionalnya untuk terus mendiskreditkan dan menyerang Real Madrid sebagaimana yang ia lakukan dalam setiap pernyataan publiknya,” tulis Real Madrid.
Real Madrid juga mempertanyakan sikap Tebas sebagai orang yang bertanggung jawab mewakili dan melindungi kepentingan seluruh klub peserta LaLiga. Menurut klub, pernyataan terbaru sang presiden sangat serius dan tidak pantas disampaikan oleh seorang pengelola kompetisi.
Madrid kemudian meminta adanya sosok baru yang dapat memimpin sepak bola profesional Spanyol. Klub menilai figur tersebut harus mampu menjaga netralitas dan membangun kepercayaan terhadap institusi yang mengelola kompetisi.
“Presiden LaLiga bukanlah pemilik kompetisi, melainkan orang yang melayani klub-klub anggotanya yang telah memercayakan arah kompetisi kepadanya,” lanjut pernyataan Real Madrid.
Perseteruan terbaru ini mencuat setelah Real Madrid kalah 1-2 dari Atlético Madrid dalam derbi Madrid pada Minggu (20/9/2026). Pertandingan tersebut diwarnai kontroversi keputusan wasit, termasuk tekel Lee Kang-in terhadap Federico Valverde yang kemudian membuat gelandang Real Madrid itu mengalami cedera pergelangan kaki.
Pelatih Real Madrid José Mourinho sebelumnya mengkritik keputusan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias. Mourinho juga menyoroti sejumlah insiden yang menurutnya layak mendapat hukuman lebih berat.
Tebas kemudian membantah adanya dugaan konspirasi wasit yang merugikan Real Madrid. Ia menilai keluhan tersebut tidak berkaitan dengan hasil pertandingan dan mengkritik cara klub menyampaikan keberatan terhadap keputusan wasit.
Ketegangan antara kedua pihak bukan persoalan baru. Real Madrid dan Tebas sebelumnya juga terlibat perselisihan dalam sejumlah persoalan terkait tata kelola sepak bola Spanyol.
Pada April 2026, Mahkamah Agung Spanyol menguatkan putusan yang menyatakan keputusan LaLiga pada 2022 terkait partisipasi Real Madrid dalam sejumlah pertemuan pengelolaan hak audiovisual melanggar hak partisipasi klub.
Dalam perkembangan terbaru, Real Madrid kembali menegaskan bahwa kompetisi sepak bola profesional Spanyol membutuhkan kepemimpinan yang mampu melayani seluruh klub secara netral. Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan antara klub raksasa Madrid tersebut dan Presiden LaLiga masih berada dalam situasi yang tegang.
(Damar Pratama/Sumber: Laliga, Reuters)
