Alexander Zverev Kunci Gelar Petenis Nomor 1 Dunia Akhir 2026 dan Catat Sejarah Baru

zverev

Alexander Zverev memastikan diri menutup musim tenis 2026 sebagai petenis nomor satu dunia. Petenis asal Jerman itu meraih penghargaan No. 1 ATP akhir tahun untuk pertama kalinya sepanjang karier, setelah melewati musim yang diwarnai sejumlah pencapaian besar. (Foto: ATP)

GEBRAK.ID — Alexander Zverev memastikan diri menutup musim tenis 2026 sebagai petenis nomor satu dunia. Petenis asal Jerman itu meraih penghargaan No. 1 ATP akhir tahun untuk pertama kalinya sepanjang karier, setelah melewati musim yang diwarnai sejumlah pencapaian besar.

Zverev mengaku bangga bisa mencapai posisi tertinggi dalam peringkat tenis putra dunia. Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa setelah ia berjuang kembali ke persaingan elite usai mengalami cedera pergelangan kaki.

“Ini merupakan musim yang luar biasa bagi saya dengan kemenangan di Paris dan New York. Mengetahui bahwa saya akan mengakhiri tahun di puncak peringkat merupakan impian yang menjadi kenyataan,” kata Zverev, dikutip dari ATP Tour, Selasa (13/10/2026).

Petenis berusia 29 tahun itu menjadi petenis Jerman pertama yang mengakhiri musim di posisi teratas peringkat ATP. Ia juga mencatat rekor sebagai petenis tertua yang pertama kali menutup tahun di puncak peringkat dunia.

Pada 23 November 2026, saat peringkat akhir tahun ditetapkan, Zverev berusia 29 tahun 217 hari. Catatan tersebut melampaui rekor Andre Agassi pada 1999 dan Andy Murray pada 2016, yang masing-masing pertama kali mengakhiri musim di posisi nomor satu pada usia lebih muda.

Perjalanan Zverev menuju pencapaian tersebut tidak berlangsung mudah. Ia mengawali musim dengan mencapai semifinal Australian Open pada Januari, sebelum kalah dari Carlos Alcaraz dalam pertandingan panjang selama lima jam 27 menit.

Konsistensinya kemudian terlihat dalam rangkaian turnamen ATP Masters 1000. Zverev setidaknya mencapai semifinal di Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid. Di Madrid, ia melaju hingga final, tetapi harus mengakui keunggulan Jannik Sinner.

Puncak musimnya datang di Roland Garros. Zverev menaklukkan Flavio Cobolli dalam final lima set untuk meraih gelar French Open sekaligus gelar Grand Slam pertamanya. Ia menjadi petenis putra Jerman pertama pada era Open yang menjuarai turnamen tersebut.

Zverev kemudian melanjutkan performa apiknya dengan mencapai final Wimbledon. Hasil itu membuatnya menjadi petenis putra Jerman pertama yang menembus final keempat turnamen Grand Slam sepanjang sejarah.

Di US Open, ia kembali menunjukkan ketangguhannya. Setelah menjalani dua pertandingan lima set pada awal turnamen, Zverev tampil lebih stabil dan akhirnya merebut gelar di New York. Sepanjang musim, ia mencatatkan 25 kemenangan dan dua kekalahan di turnamen Grand Slam.

Ketua ATP Andrea Gaudenzi turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurut dia, mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia merupakan salah satu prestasi tertinggi dalam tenis profesional.

“Selamat kepada Sascha, yang menjadi pemain ke-20 yang mencapai prestasi tersebut. Selama satu dekade, ia secara konsisten menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya pada usia 29 tahun menunjukkan kegigihan dan tekadnya untuk terus berkembang,” ujar Gaudenzi.

Zverev kini mengalihkan perhatian ke sisa turnamen musim ini, termasuk Shanghai Masters. Ia juga membidik gelar ATP Masters 1000 kedelapan dalam kariernya serta berusaha menambah koleksi gelar ATP Finals.

(A. Rayyan K/Sumber: ATP)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID