Begini Cara Kerja Sweeper EV, Penyapu Jalan Listrik UNDIP

Mobil Sweeper EV, Undip dan Profesorbya

Prof. Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D., dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNDIP, berdiri disamping Sweeper EV UNDIP, kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik karya peneliti Fakultas Teknik Undip, Semarang, Jawa Tengah. (Foto: FTUndip/dok)

GEBRAK.ID, SEMARANG – Empat sikat elektrik dan sistem vakum berdaya 3 kilowatt (kW) menjadi komponen utama Sweeper EV, kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik yang dikembangkan tim peneliti Universitas Diponegoro (UNDIP). Kombinasi teknologi tersebut dirancang untuk menyapu sekaligus menyedot sampah ringan, seperti daun kering, ranting kecil, debu, dan kotoran jalanan, dalam satu proses pembersihan.

Kendaraan roda tiga ini menggunakan motor listrik berdaya 5 kW dan baterai lithium 72 volt berkapasitas 300 ampere-jam (Ah). Dengan bobot sekitar 700 kilogram, Sweeper EV diperkirakan mampu beroperasi hingga tiga jam setelah pengisian daya, dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam. Sweeper EV merupakan hasil riset tim yang dipimpin Prof. Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D., dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNDIP. Prototipe kendaraan tersebut diperkenalkan dalam perayaan Dies Natalis ke-69 UNDIP di Muladi Dome, Kampus Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).

Mekanisme Kerja
Dari sisi mekanisme kerja, empat sikat elektrik ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kendaraan, masing-masing dua unit. Sikat tersebut mengarahkan sampah ke bagian tengah sebelum sistem vakum menyedotnya. Kekuatan isap vakum berada pada kisaran 15–20 kilopascal (kPa).

“Ada 4 unit penyapu, masing-masing 2 di kanan dan 2 di kiri. Ketinggian sikat dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan. Kecepatan putaran sikat dan kekuatan daya isap vakumnya juga bisa diatur pada tingkat rendah, menengah, hingga tinggi mengikuti kondisi permukaan jalan yang dibersihkan,” ujar Prof. Sulistyo, dikutip dari situs resmi UNDIP.

Pengaturan tersebut memungkinkan operator menyesuaikan kinerja alat dengan kondisi permukaan jalan dan kebutuhan pembersihan. Sistem penyapuan dan penyedotan yang terintegrasi juga dirancang untuk membuat proses pengumpulan sampah lebih praktis dibandingkan metode yang memisahkan kedua pekerjaan tersebut.

Fitur Perlindungan Komponen
Aspek perlindungan komponen turut menjadi perhatian dalam pengembangan kendaraan ini. Tim peneliti menyiapkan fitur magnet trap atau perangkap magnet untuk menangkap benda logam kecil, seperti paku dan serpihan besi, sebelum masuk ke saluran penyedotan.

“Sistem magnet ini nantinya berfungsi untuk menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke saluran penyedotan. Dengan begitu, sampah tetap dapat tersedot, sementara komponen blower vakum lebih terlindungi dari risiko tersumbat atau rusak akibat benda asing yang dapat menghambat aliran sampah,” kata Prof. Sulistyo.

Fitur tersebut masih menjadi bagian dari penyempurnaan teknis prototipe. Karena itu, kesiapan sistem perlindungan magnet dan kinerja kendaraan secara keseluruhan masih perlu dipastikan melalui pengembangan dan pengujian lebih lanjut.

Dari aspek lingkungan, penggunaan baterai yang dapat diisi ulang menjadi pembeda Sweeper EV dari kendaraan pembersih konvensional berbahan bakar minyak. Kendaraan ini tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) dari knalpot saat beroperasi dan dirancang memiliki tingkat kebisingan lebih rendah.

Dengan desain yang relatif ringkas, Sweeper EV berpotensi dikembangkan untuk membantu pekerjaan kebersihan di lingkungan kampus, jalan lingkungan, dan fasilitas publik. Namun, penerapan yang lebih luas masih bergantung pada penyempurnaan prototipe dan kesiapan operasionalnya. (*)

(Zaky Al Hamzah/undip)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID