Bertemu El-Sisi, Prabowo Ungkap Bahasa Indonesia Kini Diajarkan di Universitas Al-Azhar

al-azhar-4581400__340

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa bahasa dan sastra Indonesia kini mulai diajarkan di Universitas Al-Azhar, Mesir. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10/2026). (Foto ilustrasi: Pixabay)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa bahasa dan sastra Indonesia kini mulai diajarkan di Universitas Al-Azhar, Mesir. Perkembangan ini menjadi salah satu bukti semakin eratnya hubungan Indonesia dan Mesir, terutama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin juga membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, kelautan, dan perikanan.

Prabowo menyambut kedatangan El-Sisi beserta delegasi Mesir. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan sekaligus kelanjutan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin lama.

“Ini adalah kehormatan besar bagi saya dapat menerima kunjungan kenegaraan yang merupakan balasan dari kunjungan kenegaraan saya pada tahun 2025 dan sebelumnya tahun 2024,” kata Prabowo dalam konferensi pers.

Di bidang politik, Indonesia dan Mesir sepakat memperkuat konsultasi tingkat tinggi secara rutin. Kedua negara juga berkomitmen mengoptimalkan berbagai mekanisme bilateral untuk meningkatkan koordinasi dan menjaga dialog strategis.

Kerja sama ekonomi turut menjadi perhatian utama. Prabowo menyampaikan bahwa kedua negara mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) guna memperluas akses pasar, membuka peluang investasi, serta meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dari Indonesia dan Mesir.

“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, bidang ekonomi, terutama bidang perdagangan, investasi,” ujar Prabowo.

Selain itu, Indonesia menyambut inisiatif pembentukan Joint Investment Fund oleh lembaga investasi kedua negara. Dana investasi bersama tersebut diharapkan dapat mendukung pembiayaan berbagai proyek strategis yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Pada sektor kelautan dan perikanan, kedua negara berencana memperkuat kerja sama berorientasi pembangunan berkelanjutan. Fokusnya mencakup konservasi sumber daya laut, pemberantasan penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian.

Prabowo Ingin Pertukaran Pendidikan Ditingkatkan

Dalam bidang pendidikan, Prabowo menilai hubungan Indonesia dengan Universitas Al-Azhar memiliki sejarah panjang dan perlu terus dikembangkan. Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di kampus tersebut menjadi salah satu perkembangan yang disambut positif pemerintah.

“Saudara-saudara, sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat,” kata Prabowo.

Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Mesir. Sebaliknya, pemerintah Indonesia membuka peluang bagi lembaga pendidikan Mesir untuk memperluas kehadirannya di Tanah Air.

Prabowo turut mendorong pengiriman dosen dan tenaga pendidik dari Mesir ke Indonesia. Langkah tersebut diharapkan memperkuat pertukaran ilmu, memperluas hubungan antarlembaga pendidikan, dan meningkatkan kualitas kerja sama akademik kedua negara.

Melalui berbagai kesepakatan tersebut, Indonesia dan Mesir berupaya memperluas kemitraan yang tidak hanya berfokus pada hubungan diplomatik, tetapi juga memberikan manfaat nyata di bidang ekonomi, kelautan, serta pendidikan.

(A. Rayyan K/Sumber: Biro Sekretariat Presiden)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID