China Perluas Bebas Visa Regional untuk ASEAN, 505 Ribu Warga Asing Masuk Tanpa Visa Saat Libur Nasional
Kebijakan ini terbukti mampu mendongkrak pariwisata dan perjalanan kereta api. (Foto: freepik)
GEBRAK.ID,JAKARTA—Kebijakan bebas visa masuk regional yang dirilis China pada Agustus 2026 terbukti mendongkrak kunjungan wisatawan asing. Pada pekan Libur Nasional China, sebanyak 505.000 dari total 682.000 perjalanan masuk warga negara asing dilakukan melalui skema bebas visa, naik 9,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Data Administrasi Imigrasi Nasional China yang dikutip CGTN menunjukkan, secara keseluruhan China mencatat 15,46 juta perjalanan lintas batas selama liburan Hari Nasional yang berlangsung sepekan. Angka ini tumbuh 6,7 persen secara tahunan (year-on-year). Kebijakan bebas visa regional menjadi salah satu faktor pendorong utama.
Sejak Desember 2023, China memang gencar melonggarkan akses masuk bagi warga asing. Hingga September 2026, bebas visa unilateral telah diperluas ke pelancong dari 50 negara, dengan masa tinggal hingga 30 hari.
Tiga Skema Bebas Visa Regional untuk Warga ASEAN
Baca Juga
Berdasarkan dokumen resmi “Regional Visa-Free Entry Policies for Foreign Nationals” dari Administrasi Imigrasi Nasional China, setidaknya ada tiga skema bebas visa regional yang relevan bagi warga negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Pertama, bebas visa 30 hari ke Provinsi Hainan. Warga dari tujuh negara ASEAN yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam dapat masuk dan tinggal di Hainan maksimal 30 hari tanpa visa untuk kunjungan jangka pendek seperti pariwisata, bisnis, kunjungan keluarga, perawatan medis, hingga konferensi. Kebijakan ini tidak berlaku untuk tujuan bekerja atau belajar.
Kedua, bebas visa bagi kelompok wisatawan ke Xishuangbanna, Yunnan. Rombongan wisatawan terdiri dari dua orang atau lebih pemegang paspor biasa dari negara ASEAN dapat masuk melalui Bandara Internasional Xishuangbanna Gasa, Pelabuhan Kereta Api Mohan, dan Pelabuhan Jalan Raya Mohan. Syaratnya, rombongan harus diorganisasi oleh agen perjalanan resmi yang terdaftar di China, dengan masa tinggal maksimal 6 hari di wilayah Prefektur Otonom Dai Xishuangbanna.
Ketiga, bebas visa bagi kelompok wisatawan ke Guilin, Guangxi. Skema serupa berlaku untuk rombongan wisatawan ASEAN yang masuk melalui bandara di Guilin, dengan masa tinggal maksimal 6 hari di wilayah administratif Guilin, Daerah Otonom Guangxi Zhuang.
Dampak Ekonomi dan Mobilitas
Pelonggaran visa tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata. Data Kementerian Perhubungan China memperkirakan sekitar 2,13 miliar perjalanan penumpang lintas regional selama liburan Hari Nasional. Pada 1 Oktober saja, perjalanan penumpang kereta api mencapai 25,2 juta, mencetak rekor harian .Dari Januari hingga Agustus 2026, China mencatat 61,29 juta perjalanan masuk dan keluar oleh warga negara asing, naik 19,5 persen. Dari jumlah itu, 23,72 juta di antaranya adalah kedatangan bebas visa, tumbuh 26,8 persen.
Bagi wisatawan Indonesia, kebijakan ini membuka opsi perjalanan yang lebih fleksibel ke China, khususnya ke destinasi seperti Hainan yang selama ini populer di kalangan pelancong regional. Namun, calon pelancong tetap perlu memperhatikan ketentuan spesifik masing-masing skema, terutama syarat rombongan dan agen perjalanan untuk jalur Xishuangbanna dan Guilin.
(Devona R / berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID