Dejan/Felisha Tersingkir di Denmark Open 2026, Ini Evaluasi Penting Jelang French Open

dejan felisha ganda campuran

Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di babak pertama Denmark Open 2026 yang berlangsung di SJF Arena, Odense, Denmark, Rabu (14/10/2026). (Foto: PBSI)

GEBRAK.ID — Langkah awal Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu sebagai pasangan ganda campuran Indonesia belum berjalan sesuai harapan. Keduanya langsung tersingkir pada babak pertama Denmark Open 2026 setelah menghadapi pasangan Chinese Taipei, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, di SJF Arena, Odense, Denmark, Rabu (14/10/2026).

Dejan/Felisha menyerah dalam pertandingan dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 16-21. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pasangan anyar yang masih berusaha membangun kekompakan setelah dipasangkan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Felisha mengakui pertandingan perdana itu memberikan gambaran mengenai sejumlah aspek yang perlu mereka benahi. Selain meningkatkan kemampuan teknis, keduanya juga harus memahami karakter permainan masing-masing agar lebih siap menghadapi pertandingan berikutnya.

“Pada pertandingan pertama itu kami jadi lebih tahu satu sama lain, apa yang harus ditingkatkan, diperbaiki, bangun chemistry-nya harus bagaimana. Dapat lawan yang sangat kompak membuat kami tertekan juga. Hal yang bagus untuk kami bisa lebih siap dalam pertandingan selanjutnya sehingga lebih tahu cara mengatasinya,” kata Felisha, dikutip dari PBSI.

Menurut Felisha, menghadapi lawan yang sudah memiliki kekompakan kuat menjadi tantangan tersendiri. Tekanan selama pertandingan turut memperlihatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi agar mereka tidak mudah kehilangan kendali permainan.

Rotasi dan Kekompakan Jadi Pekerjaan Rumah

Dejan juga mengakui hasil di Denmark belum sesuai dengan target mereka. Sebagai pasangan baru, keduanya masih perlu waktu untuk menyesuaikan pola permainan, terutama ketika menentukan rotasi dan membaca kebiasaan satu sama lain di lapangan.

“Rotasi masih sering salah dan belum hafal kebiasaan masing-masing. Tapi kami akan terus belajar, terus memperbaiki untuk ke pertandingan berikutnya,” ujar Dejan.

Ia menilai debut bersama pasangan baru di turnamen dengan persaingan ketat bukan perkara mudah. Lawan yang sudah matang dalam pola permainan dapat langsung memanfaatkan kesalahan kecil untuk meraih poin dan membangun keunggulan.

“Memang berbeda ketika debut dengan pasangan baru di turnamen level atas seperti ini, tidak mudah karena bertemu lawan yang sudah sangat matang. Salah sedikit pasti langsung hilang banyak poin,” kata Dejan.

Kekalahan tersebut kini menjadi bekal bagi Dejan/Felisha untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya, French Open. Mereka perlu memperbaiki koordinasi, mengurangi kesalahan rotasi, serta membangun chemistry agar mampu bersaing lebih baik.

Bagi pasangan anyar ini, hasil di Denmark Open bukan sekadar catatan kekalahan. Pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenali kekurangan sejak awal, sehingga proses adaptasi dapat berjalan lebih terarah sebelum kembali menghadapi lawan-lawan tangguh di level internasional.

(A. Rayyan K/Sumber: PBSI)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID