Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran Hari Ini, 9 Kampus Turun ke Jakarta: Ini Titik Aksi dan Rekayasa Lalu Lintas
Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar menggelar aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani. Polisi menyiapkan pengamanan serta rekayasa lalu lintas situasional. (Foto: ist)
GEBRAK. ID, JAKARTA — Sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Selasa (20/10/2026), bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi tersebut digelar oleh Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar).
Berdasarkan keterangan Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma’shum Imawan, rangkaian aksi berlangsung dalam dua agenda, yakni aksi simbolik pada pagi hari dan aksi massa pada siang hingga sore hari. Aksi simbolik dijadwalkan berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, massa akan bergerak menuju kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, untuk mengikuti aksi massa yang dijadwalkan mulai sekitar pukul 15.00 WIB.
Sembilan kampus terlibat
Baca Juga
Komite Sadar melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Mereka antara lain BEM UI, Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), mahasiswa Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM), BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, serta Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya.
Aksi tersebut tidak hanya membawa kritik terhadap kinerja pemerintahan selama dua tahun. Mahasiswa juga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi beban masyarakat, mulai dari ekonomi, kebebasan berpendapat, korupsi, lingkungan, hingga pendidikan.
Ketua BEM UI Yatalathof mengatakan Komite Sadar sebelumnya menghimpun aspirasi melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua. Dalam hasil survei yang disampaikan mahasiswa, 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya gagal menangani berbagai persoalan. Survei tersebut juga mencatat persoalan harga kebutuhan pokok, kebebasan berpendapat, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, deforestasi serta kebakaran hutan, dan mahalnya biaya pendidikan sebagai sejumlah isu yang mendapat sorotan.
Lima isu utama menjadi tuntutan
Mahasiswa membawa sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut. Di sektor lingkungan, mereka mendesak pemerintah lebih serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir, termasuk pemulihan kesehatan masyarakat terdampak dan penindakan terhadap korporasi yang dinilai bertanggung jawab. Di bidang ekonomi, mahasiswa mendorong perbaikan tata kelola kebijakan dan pemulihan kepercayaan masyarakat serta pasar.
Mereka juga menyoroti persoalan kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta dugaan penyalahgunaan kekuasaan. Tuntutan lainnya berkaitan dengan mahalnya biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik serta pemerataan akses bagi masyarakat.
Polisi perketat pengamanan akses menuju Jakarta
Rencana aksi mahasiswa juga diantisipasi aparat keamanan, termasuk di wilayah penyangga Jakarta. Polresta Tangerang, Polda Banten, memperketat pengamanan di sejumlah objek vital, khususnya stasiun kereta api dan gerbang tol, untuk mengantisipasi mobilisasi massa menuju Jakarta.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan pihaknya menyiapkan personel di sejumlah stasiun dan gerbang tol serta meningkatkan patroli untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi keterlibatan pelajar yang berpotensi ikut bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi. Dengan pengamanan tersebut, aparat tidak hanya berkonsentrasi di sekitar lokasi demonstrasi, tetapi juga mengawasi jalur transportasi yang menjadi akses menuju Ibu Kota.
Polda Metro siapkan rekayasa lalu lintas
Bagi pengguna kendaraan, aksi hari ini berpotensi memengaruhi lalu lintas di sejumlah kawasan Jakarta Pusat. Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan rute alternatif untuk mengantisipasi kepadatan akibat kegiatan penyampaian aspirasi.
TMC Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat mengantisipasi kepadatan di sekitar kawasan Monas, Jalan Sudirman-Thamrin, serta kawasan Gedung MPR/DPR RI. Namun, kepolisian menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi dan perkembangan arus kendaraan serta jumlah massa di lapangan.
Artinya, tidak seluruh ruas yang berada di sekitar lokasi aksi otomatis ditutup sepanjang hari. Pengalihan arus dapat diterapkan ketika situasi lalu lintas dan keamanan membutuhkan.
Ini rute alternatif yang disiapkan polisi
Untuk masyarakat yang harus bepergian melalui Jakarta Pusat, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah rute alternatif.
Menuju kawasan Monas:
Dari Jakarta Barat: Jalan Tomang Raya – Jalan Suryopranoto – Harmoni – Monas.Dari Jakarta Selatan: Jalan Tendean – Jalan HR Rasuna Said – Jalan HOS Cokroaminoto – Tugu Tani – Monas.
Dari Jakarta Timur: Jalan Jatinegara – Jalan Kramat Raya – Tugu Tani – Monas.Menuju kawasan Slipi/Tomang:
Dari Simpang Semanggi: Jalan Sudirman – Jalan Benhil – Jalan Pejompongan – Jalan Letjen S Parman.
Dari Jalan Gatot Subroto: Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Patal Senayan – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letjen S Parman.
Kepolisian mengimbau masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan, menggunakan rute alternatif, serta menghindari lokasi aksi apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.Warga diminta pantau situasi sebelum bepergian
Aksi mahasiswa yang berlangsung di dua titik Jakarta Pusat berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas, terutama ketika massa mulai bergerak dari satu lokasi menuju lokasi berikutnya. Karena rekayasa lalu lintas bersifat situasional, kondisi jalan dapat berubah mengikuti perkembangan aksi. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan Tugu Proklamasi, Tugu Tani, Monas, Sudirman-Thamrin, maupun ruas menuju kawasan DPR/MPR disarankan memperhitungkan waktu perjalanan tambahan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Demonstrasi 20 Oktober ini menjadi momentum mahasiswa untuk menyampaikan evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sekaligus mendesak pemerintah merespons berbagai persoalan yang mereka nilai masih belum terselesaikan.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID