FLS3N Dikmen 2026 Resmi Ditutup: Kemendikdasmen Apresiasi Karya Kreatif Murid Seluruh Indonesia

fls3n juara 1

Syarifah Nayla dari SMKN 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berhasil meraih juara pertama cabang komik digital Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. (Foto: Puspresnas Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir. Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi panggung bagi murid berprestasi dari berbagai daerah untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka di bidang seni dan sastra.

Dalam acara penutupan sekaligus penganugerahan penghargaan di Jakarta, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil melaju ke tingkat nasional.

Menurut Irene, keberhasilan para murid mencapai babak nasional merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk mengembangkan potensi diri. Ia pun mengingatkan para pemenang agar terus meningkatkan kemampuan, sementara peserta yang belum meraih juara tidak perlu kehilangan semangat.

“Bagi yang menang, terus tingkatkan kemampuan diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena kesempatan untuk berprestasi akan selalu terbuka luas,” ujar Irene di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Irene berharap pengalaman mengikuti FLS3N tidak berhenti sebagai ajang kompetisi semata. Para murid diharapkan terus menghasilkan karya yang dapat menginspirasi generasi muda sekaligus memperkaya dunia seni dan sastra Indonesia.

“Kepada adik-adik, selalu berusaha untuk berprestasi karena setiap talenta akan memiliki arti dan setiap karya dapat memberikan dampak dan inspirasi bagi negeri,” jelasnya.

FLS3N Dikmen 2026 menghadirkan 16 cabang lomba, mulai dari baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, film pendek, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kreativitas musik tradisi, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, menyanyi solo putra dan putri, monolog, hingga tari kreasi.

Juara FLS3N Berbagi Pengalaman dan Perjuangan

Salah satu peserta yang berhasil meraih prestasi adalah Syarifah Nayla dari SMKN 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ia meraih juara pertama cabang komik digital setelah melewati proses persiapan dan kompetisi yang penuh tantangan.

Nayla mengaku bersyukur dapat melaju ke tingkat nasional dan bertemu peserta berbakat dari berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, persaingan yang semakin ketat justru mendorong dirinya untuk terus mengasah keterampilan.

“Setiap tingkat ajang memiliki kesulitan yang makin tinggi, tetapi itu membuat saya terus meningkatkan kemampuan,” kata Nayla.

Ia juga menghadapi kebuntuan ketika mengembangkan ide untuk karyanya. Dukungan guru pembimbing dan teman-teman membantunya melewati kesulitan tersebut. Dari pengalaman itu, ia belajar pentingnya perencanaan, disiplin, keterbukaan terhadap kritik, dan keberanian untuk terus berkarya.

Pengalaman serupa dirasakan Daffa Haikal, murid SMKS Informatika Al Irsyad Al Islamiyah, Jawa Barat, yang meraih juara pertama bidang fotografi.

Daffa mengungkapkan bahwa pemilihan ide dan lokasi menjadi faktor penting dalam menghasilkan foto yang menarik. Dengan bantuan ibunya, ia menemukan lokasi pemotretan di sentra pembuatan emping melinjo.

Ia juga sempat merasa minder karena melihat perlengkapan fotografi peserta lain yang lebih canggih dan mahal saat mengikuti kompetisi tingkat provinsi di Bandung. Namun, pengalaman itu membuatnya memahami bahwa kualitas foto tidak semata-mata ditentukan oleh harga kamera.

Sementara itu, juri cabang kriya FLS3N Dikmen, Hendhy Nansha, mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang berhasil mencapai tingkat nasional. Ia berpesan agar calon peserta tahun depan mempersiapkan diri sejak dini, memperbanyak latihan, serta memperluas referensi untuk meningkatkan kreativitas.

“Belajarlah dari para juara, berpikir kreatif, bekerja dengan tekun dan rapi, perhatikan setiap detail kecil, tingkatkan selera dengan melihat banyak referensi,” ujar Hendhy.

Melalui FLS3N Dikmen 2026, Kemendikdasmen berharap semakin banyak murid Indonesia berani mengembangkan bakat, menghasilkan karya berkualitas, dan menjadikan seni serta sastra sebagai ruang untuk mengekspresikan gagasan dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID