Gunung Anak Krakatau Erupsi 2 Kali dalam 6 Menit, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer

anak krakatau erupsi-badan geologi

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami dua kali erupsi pada Jumat (9/10/2026) petang. (Foto: Badan Geologi)

GEBRAK.ID, LAMPUNG SELATAN — Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami dua kali erupsi pada Jumat (9/10/2026) petang. Masyarakat dan pengunjung di sekitar kawasan gunung api tersebut diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati kawah aktif dalam radius dua kilometer.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 18.28 WIB. Aktivitas tersebut kembali terjadi enam menit kemudian, tepatnya pukul 18.34 WIB.

“Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, pada 9 Oktober 2026 pukul 18.28 WIB dan 18.34 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati,” kata Suwarno, Jumat.

Meski tinggi kolom erupsi tidak terpantau, petugas terus mengawasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan berlangsung selama 24 jam melalui pengamatan visual dan instrumental untuk mengetahui perubahan kondisi gunung api tersebut.

Suwarno menjelaskan, hasil pemantauan menjadi bahan penting bagi petugas dalam menentukan langkah mitigasi dan mengantisipasi potensi bahaya. Karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Waspada

Hingga laporan tersebut disampaikan, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, masyarakat maupun wisatawan diimbau tidak mendekati gunung api dan tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

Rekomendasi ini perlu dipatuhi untuk mengurangi risiko apabila aktivitas vulkanik mengalami peningkatan. Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan arahan petugas, terutama ketika beraktivitas di kawasan perairan sekitar Selat Sunda.

Perhatian khusus turut ditujukan kepada nelayan yang hendak melaut di sekitar kawasan tersebut. Suwarno mengingatkan mereka agar memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan kegiatan di laut.

Menurutnya, informasi yang akurat dan terkini sangat penting untuk membantu masyarakat mengambil keputusan yang aman. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi, terutama informasi mengenai aktivitas gunung api yang beredar melalui media sosial atau saluran komunikasi tidak resmi.

Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi

Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau setelah dua kali erupsi pada Jumat petang. Data hasil pengamatan menjadi dasar bagi petugas untuk menilai kondisi gunung api dan menentukan langkah antisipasi yang diperlukan.

Suwarno berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti seluruh rekomendasi keselamatan yang berlaku. Kepatuhan terhadap batas aman dan informasi resmi diharapkan mampu menekan risiko bencana sekaligus melindungi warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar Selat Sunda.

Masyarakat diimbau terus mengikuti perkembangan informasi dari lembaga berwenang dan segera menyesuaikan aktivitas apabila terdapat pembaruan rekomendasi keselamatan.

(Saeful Imam/Sumber: Pos Pantau Gunung Anak Krakatau)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID