Justin Hubner Bela John Herdman: Kerja Kerasnya untuk Timnas Indonesia Layak Dihargai
Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan skuad Garuda untuk meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Indonesia akan bertemu Thailan di laga final. (Foto: PSSI)
GEBRAK.ID — Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, memberikan pembelaan terhadap pelatih John Herdman yang belakangan mendapat sorotan dari publik. Menurut Hubner, Herdman telah menunjukkan dedikasi luar biasa dan pantas mendapatkan apresiasi lebih besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Hubner setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda melaju ke partai puncak usai mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).
“Saya pikir bila melihat seberapa besar energi yang diberikan pelatih kepada tim, itu luar biasa. Karena itu, menurut saya kritik terhadapnya tidak adil. Benar-benar tidak adil,” kata Hubner seusai pertandingan.
Pemain yang memperkuat Timnas Indonesia tersebut menilai Herdman selalu memberikan perhatian penuh kepada tim sejak dipercaya menangani skuad Garuda. Ia menyebut sang pelatih bekerja tanpa mengenal waktu demi meningkatkan performa para pemain.
“Seperti yang saya katakan, dia seperti bekerja 24/7 untuk tim. Jadi, saya pikir kita harus menghormati itu dan lebih menghargainya,” ujar Hubner.
Hubner juga membandingkan pengalamannya bersama Herdman dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong. Ia tetap menghormati kontribusi Shin yang pernah membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia, namun menilai Herdman juga memberikan dampak besar bagi perkembangan tim saat ini.
“Saya tentu menyukai Shin Tae-yong, tetapi pelatih ini benar-benar bagus untuk kami. Dia luar biasa. Dia bisa membawa kami ke level berikutnya,” jelas bek berusia 23 tahun tersebut.
Selain membela Herdman, Hubner juga berharap dukungan besar dari suporter kembali hadir saat Timnas Indonesia tampil di final. Ia ingin SUGBK dipenuhi penonton tanpa melihat siapa pun lawan yang akan dihadapi.
“Sejujurnya, saya berharap stadion penuh. Bukan karena kami bermain melawan Bangladesh lalu hanya ada 30 ribu penonton, dengan segala hormat. Saya berharap stadion penuh. Bila kami bermain melawan Bangladesh, Argentina, Brasil, atau siapa pun, saya berharap stadion penuh,” kata Hubner.
Menurutnya, laga melawan Bangladesh menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan yang pernah ia jalani. Tekanan besar membuat para pemain terus berjuang hingga menit akhir demi memastikan tiket ke final.
“Saya pikir ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan dalam hidup saya. Kami berada di bawah banyak tekanan, tetapi jika kami bisa melakukan ini untuk para suporter dan negara, itulah yang bisa kami lakukan,” ucapnya.
Hubner mengaku para pemain sempat belum mengetahui secara pasti apakah Indonesia sudah lolos ke final setelah pertandingan berakhir. Mereka bahkan sempat melihat Malaysia melakukan selebrasi sehingga muncul keraguan mengenai hasil akhir klasemen.
“Kami tidak tahu apakah sudah menang atau lolos. Saya melihat Malaysia juga merayakan setelah pertandingan, jadi kami berpikir mungkin mereka yang lolos ke final. Namun, pada akhirnya, negara terbaik di turnamen ini ada di final sekarang,” tegas Hubner.
Indonesia selanjutnya akan menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10/2026).
(Damar Pratama/Sumber: PSSI)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID