Lima Talenta Muda Indonesia Gemilang di IOAA 2026: Raih 3 Medali dan Juara Poster

IOAA 2026 kemendikdasmen

Talenta muda Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Lima murid yang menjadi delegasi Indonesia pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 berhasil membawa pulang tiga medali perunggu, satu Honorable Mention, serta gelar Winner of the Poster Competition. (Foto: Puspresnas Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID — Talenta muda Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Lima murid yang menjadi delegasi Indonesia pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 berhasil membawa pulang tiga medali perunggu, satu Honorable Mention, serta gelar Winner of the Poster Competition.

Prestasi tersebut menjadi buah dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Tiga medali perunggu masing-masing diraih Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa, Kota Tangerang Selatan; Khalil Azyumardi Abnel dari MAN 1 Pekanbaru, Kota Pekanbaru; dan Yugo Deandra Wirayudha dari SMA Negeri 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Sementara itu, Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta meraih Honorable Mention. Prestasi lainnya datang dari Muhammad Faiz Rahman dari SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Kabupaten Sukabumi, yang bersama tim berhasil menjadi Winner of the Poster Competition melalui karya berjudul “VGOS in SEA, and the FUTURE of HUMANKIND.”

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi kepada seluruh delegasi Indonesia yang telah berjuang dalam kompetisi tersebut.

Menurut Maria, prestasi di ajang internasional tidak lahir secara instan. Capaian itu merupakan bagian dari proses panjang dalam mengembangkan potensi dan talenta murid.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat dunia. Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang, berprestasi, dan pada saatnya memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ujar Maria Veronica Irene Herdjiono, Senin (5/10/2026).

Perjalanan Panjang dari OSN hingga Panggung Dunia

Keberhasilan para delegasi Indonesia di IOAA 2026 tidak terlepas dari proses pembinaan yang berlangsung secara bertahap.

Sebelum terpilih menjadi bagian dari delegasi Indonesia, para murid mengikuti rangkaian seleksi yang diawali melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi. Para pemenang OSN kemudian menjalani pembinaan dan seleksi lanjutan hingga akhirnya terpilih lima murid terbaik untuk mewakili Indonesia di IOAA 2026.

Muhammad Zhafif menjadi salah satu murid yang merasakan langsung panjangnya proses tersebut. Menurutnya, IOAA bukan hanya menjadi arena untuk menguji kemampuan akademik, tetapi juga membuka kesempatan membangun jejaring dengan pelajar dari berbagai negara.

“Ajang tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain berkompetisi, kami membangun jejaring dengan murid dari seluruh dunia,” ungkap Zhafif.

Zhafif menilai perjalanan dari OSN hingga kompetisi internasional turut membentuk dirinya. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan di bidang astronomi, tetapi juga memberikan pelajaran penting dalam membangun karakter.

“Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah privilege. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya,” tambah Zhafif.

Kebanggaan juga dirasakan orang tua Zhafif, Muhammad Joni. Ia bersyukur atas pencapaian putranya sekaligus mengapresiasi pembinaan yang diberikan Kemendikdasmen dan Puspresnas.

“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Zhafif di ajang IOAA. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada Zhafif hingga dapat meraih prestasi di tingkat internasional,” ucap Muhammad Joni.

Hal senada disampaikan Yugo Deandra Wirayudha. Baginya, IOAA 2026 menjadi pengalaman berharga yang akan terus dikenang.

“IOAA menjadi salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan bagi saya. Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional,” jelas Yugo.

Komitmen Pembinaan Talenta Berkelanjutan

Prestasi di IOAA 2026 sekaligus memperkuat komitmen Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem Manajemen Talenta Murid secara berkelanjutan.

Dalam kerangka tersebut, prestasi internasional tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. Pengalaman berkompetisi menjadi bagian dari perjalanan murid untuk mengembangkan kompetensi, karakter, pengalaman, sekaligus kemampuan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

IOAA 2026 merupakan kompetisi internasional di bidang astronomi dan astrofisika yang diperuntukkan bagi murid pendidikan menengah. Tahun ini, kompetisi berlangsung di Hanoi dengan pusat kegiatan akademik di Phenikaa University.

Sebanyak 320 peserta dari 66 negara ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Di tengah persaingan internasional itu, lima talenta muda Indonesia berhasil membawa pulang prestasi sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk bersaing di level dunia.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID