Low Zi Yu, Bintang Baru Bulu Tangkis Malaysia yang Sudah Koleksi 1 Emas dan 2 Perak di Usia 16 Tahun
Nama Low Zi Yu (kanan) mulai mencuri perhatian dunia bulu tangkis. Pebulu tangkis muda Malaysia itu menorehkan prestasi bersejarah setelah meraih gelar juara ganda putri Kejuaraan Dunia Junior 2026 bersama Genevie Lim. (Foto: BWF News)
GEBRAK.ID — Nama Low Zi Yu mulai mencuri perhatian dunia bulu tangkis. Pebulu tangkis muda Malaysia itu menorehkan prestasi bersejarah setelah meraih gelar juara ganda putri Kejuaraan Dunia Junior 2026 bersama Genevie Lim. Hebatnya, Zi Yu baru berusia 16 tahun, tetapi sudah tiga kali menembus partai final kejuaraan tersebut.
Low Zi Yu dan Genevie Lim memastikan medali emas setelah mengalahkan pasangan Jepang, Nijika Kamata dan Shizuku Kashio, dalam pertandingan final di Kairo, Mesir, Sabtu (17/10/2026). Ganda Malaysia itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 15-7, 9-15, 15-12.
Kemenangan tersebut bukan sekadar menambah koleksi gelar bagi Zi Yu dan Genevie. Mereka juga mencatat sejarah sebagai pasangan Malaysia pertama yang menjuarai nomor ganda putri Kejuaraan Dunia Junior sejak ajang tersebut mulai digelar pada 1992. Prestasi itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Malaysia selama 34 tahun untuk meraih gelar di nomor tersebut.
Bagi Zi Yu, keberhasilan ini terasa istimewa setelah dua kali gagal meraih emas pada edisi sebelumnya. Pada 2024, ia mencapai final bersama Dania Sofea Zaidi, tetapi harus puas dengan medali perak. Setahun kemudian, Zi Yu kembali menjadi finalis bersama Noraqilah Maisarah Ramdan dan lagi-lagi finis sebagai runner-up.
Kini, kerja kerasnya berbuah gelar juara. Dalam usia yang masih sangat muda, Zi Yu telah mengumpulkan satu emas dan dua perak Kejuaraan Dunia Junior. Catatan tersebut menunjukkan konsistensinya bersaing di level internasional sekaligus membuka peluang untuk meraih prestasi lebih besar pada masa mendatang.
Baca Juga
Berdasarkan batas usia kejuaraan yang berlaku, pemain berusia di bawah 19 tahun masih memenuhi syarat untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Junior. Dengan usianya yang baru 16 tahun, Zi Yu berpeluang kembali tampil pada dua edisi berikutnya, selama memenuhi ketentuan kualifikasi dan regulasi turnamen.
Pertanyaan berikutnya adalah kapan Zi Yu akan beralih ke level senior. Ia bisa melanjutkan proses pematangan di kelompok junior atau mulai menguji kemampuannya menghadapi pemain-pemain elite dunia. Keputusan tersebut tentu perlu mempertimbangkan perkembangan teknik, fisik, pengalaman bertanding, dan kesiapan mentalnya.
Dunia bulu tangkis memiliki contoh pemain muda yang mampu bersinar lebih awal. An Se Young dari Korea Selatan, misalnya, mulai menorehkan prestasi di turnamen senior ketika masih berusia belasan tahun. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain terkuat di sektor tunggal putri dunia.
Namun, perjalanan Zi Yu masih panjang. Gelar juara dunia junior menjadi modal berharga, tetapi konsistensi dan pembinaan berkelanjutan akan menentukan sejauh mana ia mampu berkembang. Jika mampu menjaga performa dan terus meningkatkan kualitas permainan, Low Zi Yu berpotensi menjadi salah satu nama penting dalam masa depan bulu tangkis Malaysia.
(A. Rayyan K/berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID