Mathew Baker Ungkap Alasan Pilih Timnas Indonesia Ketimbang Australia
Bek muda Timnas Indonesia, Mathew Baker. (Foto: Instagram/@mat_baker09)
GEBRAK.ID — Mathew Baker tak menutupi keinginannya mengalahkan Australia saat suatu hari kembali berhadapan dengan negara kelahirannya itu. Bek muda yang kini membela Timnas Indonesia tersebut mengaku mencintai Indonesia dan Australia, tetapi tetap ingin membawa skuad Garuda meraih kemenangan ketika kedua tim bertemu di lapangan.
Keinginan itu ia ungkapkan dalam wawancara dengan media Australia. Baker memiliki ikatan keluarga dengan kedua negara. Ia lahir di Australia dari ayah berkebangsaan Australia dan ibu asal Jakarta yang memiliki marga Sitorus.
Meski tumbuh di Negeri Kanguru, Baker memilih memperkuat Timnas Indonesia sejak kelompok usia muda. Baginya, keputusan tersebut bukan berarti mengesampingkan salah satu identitasnya, melainkan melanjutkan perjalanan sepak bola bersama negara yang juga menjadi bagian dari keluarganya.
“Saya punya identitas dari kedua sisi dan saya sangat, sangat mencintai kedua negara. Tapi di lapangan saat kami melawan Australia, saya begitu ingin mengalahkan mereka,” kata Baker, Sabtu (17/10/2026).
Pemain muda itu mengakui belum mendapat kesempatan untuk mengalahkan Australia bersama Timnas Indonesia. Namun, ia berharap kesempatan tersebut datang pada masa mendatang.
Baca Juga
“Saya belum berkesempatan melakukannya, tetapi mungkin ada kesempatan pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Tolak Panggilan Australia demi Indonesia
Pilihan Baker membela Indonesia sudah terlihat sejak 2024. Saat itu, ia mendapat panggilan untuk memperkuat timnas Australia U-16. Namun, ia memutuskan tidak mengambil kesempatan tersebut dan tetap bersama Timnas Indonesia U-16.
“Semua bermula pada 2024 saat itu aku mulai memiliki tempat di tim, Timnas Indonesia U-16. Pada Agustus saya dipanggil ke timnas Australia [U-16], yang kemudian saya tolak demi tetap bersama Timnas [Indonesia] U-16,” tuturnya.
Baker menyebut pengalaman membela Indonesia terasa berbeda dibandingkan pertandingan sepak bola biasa. Menurutnya, ada ikatan emosional yang membuat setiap kesempatan mengenakan seragam Merah Putih terasa istimewa.
“Pertandingan-pertandingan itu sangat berbeda dibanding pertandingan sepak bola normal pada umumnya karena ada aspek emosional,” katanya.
Debut Senior Bersama Garuda
Pada 2026, Baker mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia senior di bawah arahan pelatih John Herdman. Ia menjalani debut melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Juni 2026, ketika berusia 17 tahun 23 hari.
Baker mengaku gugup saat pertama kali memasuki lapangan bersama tim senior. Ia bahkan merasa gemetar ketika berdiri di lorong pemain sebelum pertandingan dimulai.
“Pertandingan pertama [di Timnas Indonesia senior] begitu membuat saya grogi. Saya tidak bisa berpikir, gemetar saat berada di lorong pemain untuk berjalan keluar,” ujarnya.
Pengalaman berikutnya membuat Baker lebih percaya diri. Ia mulai memusatkan perhatian pada permainan dan keinginannya membantu tim meraih hasil terbaik.
Kisah Baker menunjukkan bahwa pilihannya membela Indonesia bukan keputusan sesaat. Di tengah ikatan kuat dengan dua negara, ia kini ingin membuktikan komitmennya melalui penampilan bersama Garuda, termasuk jika kelak berkesempatan menghadapi Australia.
(A. Rayyan K/berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID